VISI | Satu Abad NU, Teladan Santri Mbah Hasyim

ED
Minggu, 1 Februari 2026 | 07:18 WIB
Bagikan
VISI | Satu Abad NU, Teladan Santri Mbah Hasyim

Dalam konteks inilah, keberanian untuk bersuara secara jujur dan bertanggung jawab menjadi bagian dari ikhtiar menjaga marwah organisasi. Ketegasan dalam menyampaikan kebenaran bukanlah bentuk perpecahan, melainkan wujud cinta dan tanggung jawab terhadap jam’iyah, terutama ketika amanah tidak lagi dijalankan sebagaimana mestinya.

KH. Hasyim Asy’ari telah mengajarkan bahwa kebenaran harus ditegakkan dengan adab, tetapi tidak boleh dikorbankan demi kepentingan sesaat. Prinsip inilah yang perlu terus dihidupkan agar NU tetap berada pada rel perjuangan yang benar.

Sebagaimana sebuah rangkaian kereta api, ketika lokomotif sebagai penggerak utama mengalami kerusakan atau kehilangan arah, maka gerbong-gerbong di belakangnya tidak akan mampu berjalan secara optimal. Analogi ini mengingatkan kita bahwa kualitas kepemimpinan di tubuh NU sangat menentukan kekuatan dan keberlangsungan jam’iyah secara keseluruhan.

Memasuki abad kedua, Nahdlatul Ulama membutuhkan pemimpin-pemimpin yang benar-benar menjadi santri Mbah Hasyim Asy’ari—amanah dalam jabatan, berintegritas dalam sikap, visioner dalam langkah, serta transparan dalam mengelola kepercayaan jam’iyah. Dengan demikian, NU akan tetap menjadi rumah besar yang menenteramkan, dipercaya, dan mampu memberi arah bagi umat dan bangsa.***

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.