VISI | Rupiah Akhirnya Tembus Rp 17.000/Dolar AS
Oleh Aep S. Abdullah
AKHIRNYA, angka psikologis itu pecah juga: rupiah resmi menembus Rp17.000 per dolar AS. Ini bukan lagi mimpi buruk yang ditakuti investor, pelaku usaha, hingga netizen sambil ngopi di warung. Ini sudah jadi kenyataan. Lalu, pertanyaannya: apakah kita panik sekarang, atau panik nanti?
Menurut data Bloomberg per awal April 2025, rupiah tercatat melemah ke level Rp17.050 per dolar AS. Ini adalah titik terlemah sejak krisis global 1998, saat mie instan lebih murah daripada kurs dolar. Tapi tentu saja, dampaknya kali ini jauh lebih kompleks dan mengakar.
Secara teori ekonomi, ketika kurs rupiah melemah terhadap dolar AS, maka seluruh barang impor—dari iPhone hingga bahan baku industri—akan menjadi lebih mahal. Akibatnya? Inflasi. Dan ketika inflasi naik, daya beli masyarakat bisa ikut tergerus, termasuk yang biasanya kalem beli es kopi susu lima kali seminggu.
Bukan cuma urusan iPhone dan kopi. Industri yang bergantung pada bahan baku impor seperti farmasi, otomotif, hingga elektronik akan mulai gigit jari. Mereka harus membayar lebih mahal dalam dolar, tapi menjual produk dalam rupiah. Selisihnya? Makin tipis, kadang bahkan jadi rugi.
Lalu bagaimana dengan utang luar negeri? Wah, ini juga PR besar. Data Bank Indonesia per Desember 2024 mencatat total utang luar negeri Indonesia mencapai USD 400 miliar. Jika dikonversi ke rupiah, dengan kurs Rp17.000, maka nilainya jadi… jangan dihitung kalau tak ingin sakit kepala.
Tapi, tenang dulu. Tidak semua sektor buntung. Ada juga yang untung. Contohnya, sektor ekspor seperti pertanian, perkebunan, dan pertambangan. Harga produk mereka di luar negeri tetap dalam dolar, tapi biaya produksi dalam negeri masih dalam rupiah. Selisihnya? Cuan!
Pariwisata juga berpotensi diuntungkan. Dengan rupiah yang makin murah, wisatawan asing dari Jepang, China, Eropa, atau Amerika akan merasa Bali seperti diskon besar-besaran. “Liburan mewah dengan harga hemat”—begitu kira-kira mereka melihatnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!