Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

VISI | Putra Daerah di Pilkada

ED
Senin, 4 November 2024 | 08:45 WIB
Bagikan
VISI | Putra Daerah di Pilkada
Oleh Idat Mustari Di era orde baru, masyarakat tidak terlibat dalam menentukan siapa yang akan jadi pemimpin di daerahnya. Sebab memang pada zaman itu kepala daerah ditentukan oleh pemerintah pusat. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) hanya bersifat mengajukan rekomendasi kepala daerah. Tentu yang jadi kepala daerah adalah mereka yang dapat restu dari Presiden Soeharto. Karena Presiden Soeharto berasal dari militer, maka kepala daerah pun mayoritas berasal dari kalangan militer, yang berpangkat jendral biasanya jadi gubernur dan yang berpangkat perwira jadi bupati atau walikota. Tentu ini sebagai cara agar mudahnya dikontrol, dikendalikan oleh Presiden soeharto. Di era reformasi pemilihan kepala daerah pun pernah dipilih oleh DPRD kemudian berubah pemilihan kepala daerah dipilih oleh rakyat. Terlepas dengan masih banyak kekurangannya pemilihan kepala daerah secara langsung namun ini menjadi yang terbaik, sebab masyarakat terlibat penuh dalam menentukan siapa yang akan jadi pemimpin di daerahnya. Bahkan di Pilkada siapa pun bisa menjadi kepala daerah di daerah manapun. Dalam persyaratan kepala daerah tidak ada satu ketentuan pun mengenai kewajiban calon kepala daerah harus putra daerah. Yang penting warga negara Indonesia, bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa, setia kepada Pancasila, UUD 1945, cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, berpendidikan paling rendah sekolah lanjutan tingkat atas atau sederajat. Meskipun tidak dipersyarakatan putra daerah atau bukan, tetapi menjadi penting untuk daerah setingkat kabupaten dipimpin oleh bupati atau wali kota yang asli putra daerah. Tentu bukan asal putra daerah melainkan putra daerah yang memiliki leadership yang berkualiatas karena proses pengalaman panjang yang telah dilaluinya misalnya pernah jadi ketua organisasi kepemudaan, pernah jadi anggota legislatif di daerahnya. Alasan kenapa harus putra daerah, sebab  putra daerah sejatinya memiliki lebih besar rasa tanggung jawab moralnya. Kepala daerah yang berasal dari putra daerah lebih mampu merasakan--menangkap suasana batin dari masyarakat yang dipimpinnya. Bagi daerah yang pernah dipimpin oleh seorang putra daerah penilaianya adalah mampu atau tidaknya mewujudkan perubahan menuju keadaan yang lebih baik dari sebelumnya, jika ada maka sepantasnya daerah itu dipimpin kembali oleh seorang putra daerah. Ketimbang di pimpin oleh orang yang bukan putra daerah, tidak punya pengalaman berorganisasi, tak pernah jadi anggota legislatif, dan sekedar baru punya cita cita dan mimpi.** Wallahu’alam
  • Pemerhati Sosial dan Keagamaan, Pernah jadi Pengurus KNPI Jabar.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.