VISI | Pesantren & Ekonomi Umat: Dari Ilmu Agama Menuju Kemandirian

ED
Jumat, 3 Oktober 2025 | 13:25 WIB
Bagikan
VISI | Pesantren & Ekonomi Umat: Dari Ilmu Agama Menuju Kemandirian

Oleh Nuslih Jamiat

PESANTREN adalah bagian dari denyut nadi bangsa ini. Ia tumbuh dari akar rumput, hidup bersama masyarakat, dan membawa cahaya nilai-nilai keislaman yang membumi. Namun di balik peran spiritual yang besar, masih tersimpan potensi ekonomi yang belum tergarap optimal. Menurut data Kementerian Agama RI Tahun 2024, terdapat sekitar 39.551 pesantren di Indonesia, namun lebih dari 70% di antaranya belum memiliki unit usaha produktif atau akses terhadap ekosistem ekonomi yang mendukung kemandirian lembaga.

Padahal, pesantren memiliki kekuatan sosial yang luar biasa. Kehadirannya menyentuh masyarakat hingga ke lapisan paling bawah. Oleh karena itu, ketika Kementerian Agama melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren menetapkan tiga fungsi utama pesantren—yakni fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan masyarakat—maka ini menjadi ajakan terbuka agar pesantren juga menjadi pelaku aktif dalam menciptakan kesejahteraan umat secara ekonomi.

Banyak pesantren yang telah memulai langkah kecil—mendirikan koperasi, mengelola pertanian, membuka toko ritel, hingga mengajarkan santri berdagang melalui platform digital. Namun tentu, langkah-langkah tersebut membutuhkan penguatan. Mereka tidak hanya butuh modal, tapi juga pemahaman manajemen, inovasi, dan pendampingan. Di sinilah pentingnya membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi pesantren yang kolaboratif, berkelanjutan, dan berbasis nilai-nilai lokal.

Sebagai bentuk tanggung jawab akademik dan sosial, Center of Excellence for MSME Halal Telkom University hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut. Kami memiliki tenaga ahli yang tidak hanya mumpuni secara keilmuan, tetapi juga terbiasa mendampingi komunitas akar rumput. Melalui pelatihan, inkubasi bisnis, dan digitalisasi usaha, kami ingin menjadikan pesantren sebagai pusat pembelajaran sekaligus penggerak ekonomi lokal berbasis halal dan berkeadilan.

Namun kerja ini tentu tidak bisa dijalankan sendiri. Kolaborasi dengan berbagai pihak adalah keniscayaan. Pemerintah bisa menghadirkan regulasi yang berpihak. Perbankan syariah bisa menyediakan akses permodalan dan literasi keuangan. CSR perusahaan dapat diarahkan ke program pembinaan ekonomi pesantren. Dan tentu saja, media punya peran penting dalam mengangkat narasi-narasi keberhasilan pesantren agar menjadi inspirasi nasional.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.