VISI | Pelajaran dari Bencana Kanjuruhan
Hooliganisme belum sepenuhnya hilang dari sepak bola di Inggris, namun skala kekerasan terhadap penggemar sepak bola telah menurun secara signifikan dibandingkan dengan tahun 1980-an.
Pentingnya peraturan dan infrastruktur Setelah Peristiwa Hillsborough, pihak berwenang Inggris mulai mengubah setiap aspek dari pengalaman para penggemar.
Bagi sebagian orang, peraturan tersebut telah mengurangi semangat dan antusiasme penonton. Namun FA melihatnya sebagai tindakan yang diperlukan untuk menyelamatkan nyawa dan memastikan Hillsborough tidak akan pernah terulang kembali.
Kekerasan sepak bola di Inggris masih jauh dari kata selesai. Polisi menangkap 49 orang karena bentrokan kekerasan di final UEFA Euro 2020 di London, dan perkelahian masih terjadi di pertandingan Liga Primer Inggris.
Namun, sepak bola Indonesia masih harus banyak belajar dari rekan-rekan internasionalnya, dan dapat dimulai dengan belajar dari tragedi Kanjuruhan untuk memastikan bencana dalam skala seperti itu tidak akan terjadi lagi. (VDJ)
- Fajar Junaedi adalah dosen di Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan aktivis di Pusat Pengembangan Olahraga Muhammadiyah.
- Artikel ini sudah terbit dalam Bahasa Inggris pada 19 Agustus 2024 di 360info.org
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!