VISI | Libur Nataru & Semester: Apakah Tanggung Jawab Juga Libur?

ED
Senin, 29 Desember 2025 | 04:46 WIB
Bagikan
VISI | Libur Nataru & Semester: Apakah Tanggung Jawab Juga Libur?

Oleh A. Rusdiana

  • Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Dewan Pembina PERMAPEDIS Jawa Barat
  • Dewan Pakar Perkumpulan Wagi Galuh Puseur.
  • Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al-Mishbah Cipadung Bandung
  • Yayasan Pengembangan Swadaya Mayarakat Tresna Bhakti Cinyasag Panawangan 

LIBUR Natal dan Tahun Baru (Nataru) kerap dipahami sebagai waktu jeda dari rutinitas. Pada akhir tahun 2025, rangkaian tanggal merah 25–26 Desember yang bersambung dengan akhir pekan, ditambah libur semester di banyak satuan pendidikan, semakin menguatkan anggapan bahwa aktivitas profesional dan akademik ikut berhenti. Namun bagi akademisi, pejabat struktural, guru, dosen, dan mahasiswa, muncul pertanyaan mendasar: benarkah tanggung jawab juga diliburkan?

Dalam perspektif moral dan sosial, masyarakat Jawa Barat memiliki fondasi nilai yang kuat untuk menjawab pertanyaan tersebut. Secara historis dan sosiologis, Jawa Barat dikenal dengan karakter religius, priyayi, dan agraris. Tradisi pesantren menanamkan nilai spiritual dan akhlak; etika priyayi membentuk budaya tanggung jawab dan tata krama; sementara budaya petani mengajarkan kesabaran, kerja keras, dan kesinambungan usaha. Nilai-nilai ini kemudian dirumuskan dalam Visi Pembangunan Jawa Barat Gapura Pancawaluya: cageur, bageur, bener, pinter, dan singer lima karakter yang bertemu pada satu titik utama: tanggung jawab atas peran masing-masing, kapan pun dan di mana pun.

Dalam konteks pendidikan, liburan sekolah sejatinya merupakan fase penting dalam siklus pembelajaran peserta didik. Liburan tidak semestinya dimaknai sebagai “berhenti belajar”, melainkan sebagai ruang transisi strategis untuk memperkuat karakter, kemandirian, dan nilai-nilai kehidupan. Sejalan dengan visi pendidikan berkarakter unggul, berdaya saing, dan berakar pada kearifan lokal, masa liburan justru dapat diarahkan sebagai wahana penguatan nilai-nilai Pancawaluya:

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.