VISI | Kisah Pedagang Muda Bergelar "Al-Amin"
- Siddiq, Amanah, Tabligh, Fathonah: Kunci Sukses Berbisnis ala Nabi Muhammad SAW.
Oleh Nuslih Jamiat
Mekkah, 1.400 Tahun yang Lalu
Di tengah hiruk pikuk Pasar Ukaz, pasar perdagangan terbesar di Jazirah Arab, seorang pemuda berusia 25 tahun sedang melayani pembeli. Wajahnya tenang, tutur katanya santun dan yang menarik “Dia tidak pernah menyembunyikan cacat barang dagangannya”.
"Pak, kain ini ada bekas noda sedikit di bagian ujung," katanya jujur sambil menunjuk bagian yang dimaksud. "Tapi kualitasnya tetap bagus kok. Harganya saya turunkan sesuai kondisinya."
Pembeli itu terbelalak. Jarang sekali ada pedagang yang begitu jujur di zaman itu. Kebanyakan pedagang malah menutupi cacat barang, bahkan ada yang curang mengurangi timbangan. Pemuda itu bernama Muhammad bin Abdullah. Belum menjadi Nabi, tapi sudah dikenal luas dengan julukan "Al-Amin"—yang terpercaya.
Di usianya yang baru 25 tahun, Nabi Muhammad SAW sudah menjadi seorang pengusaha atau Etrepreneur yang sukses, cemerlang, kaya raya, kerap berniaga hingga ke luar negeri, dengan mas kawin untuk Khadijah yang fantastis: 20 ekor unta dan 12,4 ons emas CNBC Indonesia—sebuah jumlah yang sangat besar bahkan untuk ukuran hari ini.
Dari Penggembala Kambing Sampai Pedagang Internasional
Perjalanan dagang Rasulullah SAW dimulai saat beliau berada dalam asuhan pamannya Abu Thalib, dan beliau pernah melakukan perjalanan dagang bersama Abu Thalib ke Syiria ketika berusia 12 tahun Detik News Indonesia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!