VISI | Kerusuhan dan Taktis Mitigasi Gempa Sosial

ED
Senin, 1 September 2025 | 03:45 WIB
Bagikan
VISI | Kerusuhan dan Taktis Mitigasi Gempa Sosial

(7) Gempal sosial saat ini masih di stadium 2, 3 skala ritcher sosial.

(8) Harus segera di antisipasi dengan berbagai mitigasi gempa, dengan tindakan tegas dan terukur Presiden beserta seluruh jajaran pemerintahan, baik eksekutif, legislatif dan yudikatif. Khusus aparat, harus segera di maksimalkan TNI di lapis pertama pengamanan untuk meredam, dan Polri di tarik di lapis dua, karena saat ini emosi masa akan terus terpancing dengan polisi. Dan BIN harus bekerja ekstra untuk mampu menganalisa, para penjahat yang menunggangi gelombang masa, mereka senang melihat kerusuhan bahkan kehancuran Indonesia. Anasir-anasir inilah yang harus di temukan, dan di berantas habis.

(9) Jangan sampai, gempa sosial ini merembet melebar hingga 7 dan 8 skala ritcher, atau chaostik, hanya karena kebodohan dan ketidak mampuan membuat mitigasi gempa sosial yang terjadi. chaostik tentunya sangat merugikan semua kita bangsa Indonesia. Dan chaostik pernah terjadi pada bangsa Indonesia di tahun 1998, masih untung saat itu ada solusi reformasi, dan Indonesia tidak hancur berantakan.

(10) Tidak ada negara konflik bisa maju, negara konflik adalah sumber penderitaan abadi. keamanan adalah pra syarat utama untuk menjadi negara sejahtera, adil, beradab dan maju.

(11) Mari kita semua anak bangsa memahami peristiwa kerusuhan yang terjadi sekarang ini.

(12) Sangat benar, Islam mengajarkan zakat, infak shadaqah, dan Pancasila mengajarkan keadilan sosial, yang muaranya pada kewajiban Sosial. Infaq, zakat, shadaqah dan kewajiban sosial, bukanlah pajak. Sistem sosial ini adalah kepekaan dan kepedulian sosial, yang merupakan kesadaran sosial setiap orang kaya dan orang beruntung, bagi orang miskin dan orang tidak dan kurang beruntung. Tentu saja trigger, atau sistem ini berjalan, mesti di atur oleh Negara. Bukan sekadar keikhlasan semata. Sudah saatnya Indonesia mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dengan menghidupkan zakat (mal), infaq, shadaqah dan kewajiban sosial. Masyarakat Indonesia sudah saatnya punya kepekaan sosial dan kepedulian sosial yang terintegrasi oleh negara, sehingga bisa mengeliminir kecemburuan sosial.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.