VISI | KDM dan Gereja
Teringat dengan kisah Khalifah Umar bin Khattab yang dapat pengaduan dari orang yahudi, yang rumahnya dirobohkan untuk perluasan pembangunan masjid oleh Amru Bin Ash gubernur Mesir .
Khalifah Umar langsung mengambil pedangnya dan membuat garis lurus di atas tulang tersebut. Setelah itu, Umar kemudian memberikan tulang itu kepada si Yahudi dan memerintahkan agar tulang itu diserahkan kepada Amru bin Ash di Mesir.
Sesampainya di Mesir, ia menyaksikan, bangunan masjid sudah mulai dikerjakan. Karena itu, ia langsung menemui Gubernur Mesir dan menyerahkan tulang tersebut. Saat tulang itu diterima Amru bin Ash, maka kagetlah ia dan memerintahkan para pekerja masjid agar menghentikan pembangunan masjid.
Tentu KDM bukan Umar Bin Khatab, dan peristiwa KDM hendak membeli tanah untuk gereja, tidak sama dengan peristiwa Khalifah umar Bin Khatab yang dapat pengaduan dari seorang yahudi. Namun, esensinya nyaris sama yakni sebagai pemimpin harus mengayomi, mengasihi, dan memperlakukan dengan keadilan bagi setiap orang tanpa membedakan apa agamanya, sukunya. Dan sikap KDM ini adalan wujud dari ajaran Islam sebagai Rahmatan Lil ‘alamin.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!