VISI | Guru Algoritma

ED
Senin, 19 Januari 2026 | 05:26 WIB
Bagikan
VISI | Guru Algoritma

Oleh Drajat

BAGAIMANA kabar Anda hari ini sebagai guru atau dosen? Pertanyaan sederhana, tetapi sering kali jawabannya tidak sesederhana itu. Ada yang menjawab baik-baik saja, ada yang menjawab lelah, ada pula yang diam—bukan karena tidak tahu jawabannya, tetapi karena takut mengaku bahwa dirinya mentok.

Mentok dalam makna yang sunyi: mengajar seperti biasa, dengan pola yang sama, materi yang itu-itu saja, metode yang sudah bertahun-tahun tidak berubah. Padahal di luar sana, dunia berlari kencang. Disrupsi mengetuk pintu dengan keras. Teknologi, kecerdasan buatan (AI), algoritma media sosial, dan perubahan cara belajar generasi baru bergerak tanpa menunggu kesiapan siapa pun.

Di titik inilah kita perlu jujur bertanya: masihkah kualitas kegiatan belajar mengajar kita mengalami perubahan signifikan, atau justru berhenti di tempat?

Disrupsi tidak pernah bertanya apakah guru sudah siap atau belum. Ia hadir begitu saja. Peserta didik hari ini hidup di dunia yang berbeda dengan dunia saat kita sekolah dulu. Mereka terbiasa dengan kecepatan, visual, interaktivitas, dan akses informasi yang nyaris tanpa batas.

Jika guru atau dosen tidak mau belajar, tidak mau berubah, tidak mau membuka diri terhadap cara-cara baru, maka sesungguhnya ia sedang menyiapkan dirinya sendiri untuk tertinggal. Bahkan, dengan bahasa yang mungkin terdengar keras tetapi jujur: lebih cantik pensiun dini daripada mengajar tanpa makna.

Kalimat ini bukan untuk menyakiti, melainkan untuk menyadarkan. Karena pendidikan bukan ruang untuk sekadar hadir secara fisik. Pendidikan adalah ruang hidup, ruang pertumbuhan, ruang perubahan.

Guru Pembelajar

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.