IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

VISI | Depresi

ED
Senin, 6 Mei 2024 | 15:34 WIB
Bagikan
VISI | Depresi

Oleh Aep S Abdullah

INDONESIA nampaknya tengah menghadapi peningkatan signifikan dalam jumlah kasus depresi. Angka terbaru menunjukkan bahwa sekitar 12 juta jiwa di negara ini terdampak gangguan kesehatan mental ini.

Gangguan ini sering kali muncul pada usia produktif. Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa di RSUD Tamansari Jakarta dr. Alfonsus Edward Saun, Sp.KJ yaitu antara 20-40 tahun. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap tenaga kerja nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Dua kejadian pada pekan ini cukup menyentak kita. Tarsum, seorang suami di Ciamis tega memutilasi istrinya akibat mengalami depresi setelah usahanya dalam bidang peternakan colaps. Di Cicalengka, segerombolan anak muda menenteng senjata tajam membabi buta menyerang orang-orang disekitarnya secara acak. Sedikitnya, tujuh orang korban dilarikan ke rumah sakit Cicalengka. Beruntung, senjata api di kita tidak dijual bebas, kalau seperti di negara lain, bisa lebih banyak lagi korban akibat diserang orang yang sedang depresi.

Depresi, menurut para ahli kesehatan mental, merupakan kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam, hilangnya minat atau kesenangan dalam aktivitas sehari-hari, serta berbagai gejala fisik dan psikologis lainnya.

Diperkirakan 3,8 persen dari populasi global mengalami depresi, dengan jumlah mencapai lebih dari 280 juta jiwa secara keseluruhan.

Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kasus depresi di Indonesia meliputi tekanan ekonomi, sosial, dan budaya. Pandemi COVID-19 juga telah meningkatkan angka kasus gangguan jiwa dan depresi sebesar 6,5 persen di Indonesia, menurut data di Kementerian Kesehatan.

Gejala depresi dapat bervariasi, menurut para ahli, tetapi umumnya meliputi:

  • Perasaan sedih atau hampa yang berkepanjangan
  • Kehilangan minat atau kesenangan dalam aktivitas yang biasanya dinikmati
  • Perubahan nafsu makan atau berat badan
  • Gangguan tidur atau terlalu banyak tidur
  • Kecemasan atau gelisah
  • Kelelahan atau kehilangan energi
  • Kesulitan berkonsentrasi, mengingat, atau membuat keputusan
  • Perasaan tidak berharga atau bersalah yang berlebihan
  • Pikiran tentang kematian atau bunuh diri

Peningkatan kesadaran dan dukungan terhadap kesehatan mental sangat penting untuk mengatasi masalah ini.

Dukungan positif dari lingkungan sekitar dan akses ke layanan kesehatan mental yang memadai dapat membantu individu yang terdampak untuk mendapatkan perawatan yang diperlukan dan memulihkan kesejahteraan mereka.

Jadi, masyarakat harus lebih sering melihat tetangganya jangan sampai ada yang merasa hidup sendirian, menanggung beban hidup sendiri. Harus lebih saling berbagi, dan mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih produktif.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.