VISI | Darurat Sekolah Adab

ED
Jumat, 21 November 2025 | 04:28 WIB
Bagikan
VISI | Darurat Sekolah Adab

Dan kita bertanya dalam hati: Jika para pemimpin tidak menunjukkan adab, bagaimana mungkin generasi muda meneladani etika dan moralitas yang baik?

Salah satu masalah laten pendidikan kita adalah pergantian kebijakan yang begitu cepat. Kurikulum berubah hampir setiap masa jabatan menteri, tetapi tidak pernah benar-benar menyentuh akar persoalan. Yang berubah sering kali adalah bentuknya, istilahnya, kerangka administrasinya, sementara nilai dasar yang diharapkan menjadi fondasi pembangunan karakter tidak dibenahi secara mendalam.

Kita menyaksikan bagaimana guru harus berkali-kali menyesuaikan diri dengan perubahan sistem, sementara pelatihannya sering tidak merata. Banyak guru akhirnya bekerja sekadar untuk memenuhi administrasi, bukan substansi. Ketika kurikulum terlalu berubah-ubah tanpa arah yang konsisten, yang muncul bukan inovasi, melainkan kebingungan nasional.

Sementara itu, kualitas manusia yang kita harapkan justru tidak menunjukkan peningkatan signifikan. Bahkan pada beberapa sisi, terlihat penurunan dalam integritas, kedisiplinan, dan empati.

Di sinilah terlihat nyata: masalah kita bukan hanya kurikulum, tetapi hilangnya adab dalam pendidikan.

Krisis adab tidak hanya terlihat pada para pejabat, tetapi juga mulai menjalar pada masyarakat umum. Di sekolah, kita melihat fenomena yang memprihatinkan: Siswa yang tidak lagi memahami pentingnya menghormati guru. Orang tua yang lebih cepat menyalahkan guru daripada mendukung pendidikan anak.

Berikutnya, perilaku tidak jujur dalam ujian—baik oleh peserta didik maupun oknum penyelenggara. Dan media sosial yang memperlihatkan generasi muda berlomba menunjukkan keberanian yang salah kaprah, bukan prestasi.

Bahkan Tes Kemampuan Akademik (TKA), yang diharapkan menjadi standar seleksi yang objektif dan berintegritas, ternodai oleh kebocoran soal dan perilaku tidak pantas peserta saat ujian. Ketika sistem yang seharusnya mendidik justru diwarnai penyimpangan, bagaimana mungkin karakter jujur dan beradab bisa tumbuh?

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.