Vietnam Melarang Vape untuk Turis dan Warga Lokal
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 5 Januari 2025 | 00:45 WIB
VISI.NEWS | VIETNAM - Vietnam kini resmi melarang kepemilikan, penggunaan, penjualan, dan produksi vape (rokok elektrik) serta cairannya. Aturan ini berlaku sejak awal tahun 2025, membuat negara ini bergabung dengan sejumlah negara lain yang memiliki regulasi ketat terhadap vape, seperti Singapura, Thailand, dan Australia.
- Penggunaan Vape: Turis atau warga yang tertangkap menggunakan vape di Vietnam akan dikenakan denda hingga US$78,50 atau sekitar Rp1,3 juta.
- Perdagangan dan Produksi Vape: Pelaku yang kedapatan memperdagangkan, mengimpor, atau memproduksi vape dapat didenda hingga US$118 (sekitar Rp1,9 juta) atau dipenjara hingga 15 tahun, tergantung pada jumlah pelanggaran.
- Masalah Kesehatan: Vape sering dikaitkan dengan risiko kerusakan paru-paru yang tidak dapat dipulihkan, sehingga menjadi perhatian utama pemerintah Vietnam.
- Keseimbangan dengan Regulasi Global: Negara-negara seperti Hong Kong, Brasil, dan Thailand sudah menerapkan aturan serupa untuk melindungi kesehatan publik.
- Thailand: Larangan ketat terhadap vape, dengan pelanggar menghadapi denda besar atau penjara hingga lima tahun.
- Singapura: Melarang sepenuhnya penggunaan dan perdagangan vape, dengan hukuman berat bagi pelanggar.
- Periksa Aturan Negara Tujuan: Sebelum bepergian, pastikan untuk memeriksa peraturan mengenai vape agar terhindar dari masalah hukum.
- Tinggalkan Vape di Rumah: Jika aturan negara tujuan melarang vape, disarankan untuk tidak membawa perangkat tersebut selama perjalanan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!