Usulan AS untuk Gencatan Senjata di Gaza Ditolak Israel, Hamas Sudah Setuju
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 27 Mei 2025 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | GAZA - Usulan terbaru untuk menghentikan konflik bersenjata di Gaza kembali menemui jalan buntu. Hamas disebut telah menyetujui proposal gencatan senjata yang dikaitkan dengan utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff. Namun, Israel secara tegas menolaknya, menyebut isi proposal tidak dapat diterima.
Laporan dari Reuters dan Al Arabiya, Selasa (27/5/2025), menyebut bahwa seorang pejabat Palestina yang dekat dengan Hamas mengungkapkan, kelompok tersebut bersedia menerima kesepakatan yang mencakup pembebasan 10 sandera Israel dan gencatan senjata selama 70 hari, dengan imbalan penarikan sebagian pasukan Israel dari Jalur Gaza.
Kesepakatan itu juga dilaporkan mencakup pembebasan ratusan tahanan Palestina yang menjalani hukuman jangka panjang di penjara-penjara Israel. Namun, seorang pejabat Israel menyebut usulan tersebut berasal dari Washington dan tidak mungkin disetujui oleh pemerintahan yang bertanggung jawab.
Menanggapi kabar tersebut, Witkoff sendiri membantah bahwa Hamas telah menerima tawaran resminya.
Ia menegaskan kepada Reuters bahwa versi proposal yang beredar bukanlah usulan resmi dari pihaknya, bahkan menyebutnya sebagai 'tidak dapat diterima sama sekali'.
Ketegangan di Gaza kembali meningkat sejak 18 Maret 2025, ketika Israel mengakhiri gencatan senjata sebelumnya dan melanjutkan operasi militernya. Hamas dan faksi-faksi sekutunya membalas dengan meluncurkan roket ke wilayah Israel hanya dua hari kemudian.
Sementara itu, Hamas menyatakan kesiapan untuk membebaskan seluruh sandera jika Israel sepenuhnya menarik pasukannya dari Gaza dan menyepakati gencatan senjata permanen. Namun, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menolak tuntutan itu dan menegaskan bahwa konflik hanya akan berhenti jika Hamas dikalahkan secara total.
Situasi ini menandai kelanjutan kebuntuan diplomatik yang membuat jutaan warga sipil di Gaza terus berada dalam kondisi krisis kemanusiaan berkepanjangan. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!