Usia Kereta Api Bisa Dilihat dari Kode Ini, Begini Penjelasannya

Desi Rossilawati
Rabu, 16 Juli 2025 | 00:00 WIB
Bagikan
Usia Kereta Api Bisa Dilihat dari Kode Ini, Begini Penjelasannya

VISI.NEWS | BANDUNG - Pernahkah Anda memperhatikan deretan huruf dan angka di badan kereta api (KA)? Ternyata, kode tersebut memiliki arti penting untuk mengidentifikasi usia dan jenis kereta yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba menjelaskan, kode pada badan kereta memuat informasi terkait jenis, tahun produksi, hingga depo asal kereta.

"Kode untuk membantu dalam identifikasi umur dan jenis sarana secara cepat," kata Anne, Senin (14/7/2025).

Sebagai contoh, kode K1 0 24 29 YK memiliki arti sebagai berikut:

K1 - Menunjukkan kelas kereta. K1 berarti kereta eksekutif. Selain itu, terdapat K2 untuk bisnis, dan K3 untuk ekonomi. Ada juga kode huruf lain seperti M, P, atau B yang menunjukkan fungsi lain seperti kereta makan, pembangkit, atau bagasi.

0 - Angka ini menandakan kereta non-penggerak, seperti kereta penumpang, makan, atau pembangkit. Jika tertulis angka 1, berarti kereta tersebut adalah sarana penggerak seperti lokomotif atau KRL.

24 - Menunjukkan tahun mulai berdinas. Dalam contoh ini, 24 berarti tahun 2024. Jika tercantum 06, berarti kereta mulai beroperasi pada 2006.

29 - Merupakan nomor urut kereta yang mulai dioperasikan pada tahun tersebut.

YK - Kode depo asal kereta, dalam hal ini Yogyakarta.

Dengan demikian, kode K1 0 24 29 YK menunjukkan kereta eksekutif non-penggerak buatan 2024, unit ke-29, yang berdinas di depo Yogyakarta. Jika ditemukan kode K1 0 19 34 YK, artinya kereta tersebut mulai beroperasi tahun 2019 dan kini berusia enam tahun (per 2025).

Anne menambahkan, identifikasi usia kereta diperlukan untuk mendukung kebijakan penggantian sarana yang sudah tua. Umur maksimal operasional kereta adalah 30 tahun.

"Terkait usia sarana, memang ada kebijakan bahwa kereta yang telah berusia lebih dari 30 tahun akan dilakukan penggantian (replacement) secara bertahap," jelasnya.

Namun sebelum diganti, KAI akan melakukan pemeriksaan kelayakan teknis untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan pelayanan penumpang tetap terjaga.

"Proses ini tentunya mengikuti hasil evaluasi kelayakan teknis serta prioritas kebutuhan layanan," tutup Anne. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.