Usai Kesepakatan Tarif, China Longgarkan Pembelian Boeing
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 13 Mei 2025 | 22:30 WIB
VISI.NEWS | CHINA - Pemerintah China resmi mencabut larangan bagi maskapai penerbangan domestik untuk menerima pesawat baru dari produsen Amerika Serikat, Boeing. Keputusan ini diumumkan menyusul kesepakatan antara Beijing dan Washington untuk menurunkan tarif impor sebagai bagian dari langkah meredakan ketegangan perang dagang yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Dilaporkan Bloomberg News, sejumlah pejabat China telah memberi lampu hijau kepada maskapai lokal untuk kembali melanjutkan pemesanan pesawat Boeing. Larangan sebelumnya diberlakukan sebagai respons atas saling balas tarif tinggi antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia tersebut.
Pelonggaran ini terjadi hanya sehari setelah pertemuan penting antara kedua negara di Jenewa. Dalam negosiasi itu, Amerika Serikat sepakat menurunkan tarif impor dari 145 persen menjadi 30 persen. Sebagai balasan, China juga memangkas tarifnya terhadap produk AS dari 125 persen menjadi 10 persen.
Presiden AS Donald Trump menyebut kesepakatan ini sebagai 'perubahan total' dalam arah hubungan dagang dengan China. Ia juga mengonfirmasi bahwa pertemuan lanjutan dengan Presiden China Xi Jinping tengah disiapkan.
Sementara itu, CEO Boeing, Kelly Ortberg, dalam pernyataan bulan lalu menyatakan target pengiriman sekitar 50 unit pesawat ke China sepanjang 2025. Namun hingga kini, Boeing belum memberikan tanggapan resmi terkait pencabutan larangan tersebut. Begitu pula dengan Kementerian Luar Negeri China yang belum mengeluarkan pernyataan tambahan.
Langkah ini dinilai sebagai sinyal positif bagi industri aviasi dan perdagangan global, serta membuka peluang bagi pemulihan hubungan ekonomi kedua negara yang selama ini terguncang akibat kebijakan proteksionis. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!