Update Banjir–Longsor di Sumatera: 148 Orang Dinyatakan Hilang, 1.177 Jiwa Meninggal
ED
Editor
M Purnama Alam
Senin, 5 Januari 2026 | 04:59 WIB
VISI.NEWS | PADANG - Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera terus menunjukkan dampak serius. Hingga Senin, 5 Januari 2026, data terbaru mencatat korban jiwa dan kerusakan infrastruktur meningkat signifikan, menandakan kondisi darurat yang masih berlangsung di berbagai kabupaten dan kota terdampak.
Berdasarkan rekapitulasi terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Sumatera mencapai 1.177 jiwa, sementara 148 orang dinyatakan hilang. Angka ini diperbarui dalam hitungan detik terakhir, menunjukkan dinamika data yang terus berkembang seiring proses evakuasi dan pencarian di lapangan.
Sebanyak 52 kabupaten/kota di berbagai provinsi Sumatera dilaporkan terdampak bencana. Skala bencana yang meluas ini menjadikan penanganan darurat harus dilakukan secara lintas sektor, melibatkan pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, serta relawan kemanusiaan.
Dari sisi kemanusiaan, jumlah warga yang terpaksa mengungsi mencapai 242,2 ribu jiwa. Ribuan pengungsi saat ini tersebar di pos-pos darurat, gedung sekolah, rumah ibadah, hingga balai desa, dengan kebutuhan mendesak berupa logistik, layanan kesehatan, dan perlindungan kelompok rentan.
Kerusakan infrastruktur sosial juga tercatat cukup parah. Sebanyak 215 fasilitas kesehatan dilaporkan rusak, sehingga menghambat pelayanan medis bagi korban. Selain itu, 3.188 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan, berdampak langsung pada aktivitas belajar mengajar di daerah terdampak.
Tidak hanya itu, bencana juga merusak 803 rumah ibadah, yang selama ini menjadi pusat aktivitas sosial dan spiritual masyarakat. Kerusakan ini menambah beban psikologis warga yang tengah menghadapi situasi krisis.
Dari sektor infrastruktur transportasi, tercatat 34 jembatan terputus dan 81 ruas jalan tidak dapat dilalui. Kondisi ini menyulitkan distribusi bantuan logistik serta memperlambat proses evakuasi di sejumlah wilayah yang masih terisolasi.
Sementara itu, data dari Dashboard PU menunjukkan total 178.479 rumah mengalami kerusakan. Rinciannya, 52.303 rumah rusak berat, 43.933 rumah rusak sedang, dan 82.243 rumah rusak ringan, menggambarkan besarnya dampak bencana terhadap permukiman warga.
Pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait terus mengintensifkan upaya tanggap darurat, termasuk pencarian korban hilang, pemulihan akses jalan, serta penyaluran bantuan bagi pengungsi. Masyarakat di daerah rawan bencana diimbau tetap waspada, mengingat potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!