IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Untuk membahas Seluruh Permasalahan di Desa, Bupati Bandung Agendakan 'Rembug Utama'

ED
Kamis, 27 Oktober 2022 | 02:34 WIB
Bagikan
Untuk membahas Seluruh Permasalahan di Desa, Bupati Bandung Agendakan 'Rembug Utama'

VISI.NEWS | BANDUNG - Bupati Bandung HM Dadang Supriatna merencanakan agenda kegiatan rembug utama yang diperuntukan membahas berbagai hal di bidang pertanian, peternakan dan perikanan yang melibatkan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Bandung.

Rembug utama tersebut rencananya akan dilaksanakan di setiap desa, dengan sasaran 280 desa/kelurahan. Hal tersebut terungkap saat Bupati Bandung menerima kunjungan jajaran pengurus KTNA Kabupaten Bandung di Rumah Jabatan Bupati Bandung di Soreang, Rabu (26/10/22).

"Pada rembug utama itu, para petani, peternak, tokoh masyarakat, guru ngaji, kepala desa dan semua pihak bisa hadir, untuk membahas apa yang menjadi harapan dan aspirasi masyarakat. Termasuk membahas berbagai hal yang berkaitan dengan ekonomi masyarakat," ujar Bupati.

Bupati Bandung mengatakan pada kegiatan rembug utama itu, bisa fokus membahas tentang pertanian maupun peternakan. Menurut Bupati Bandung keinginannya mengadakan rembug utama adalah agar para petani memahami Program Pemkab Bandung sesuai bidangnya.

"Para petani kompak, tegak lurus dan harus Bedas," katanya.

Dikatakan Dadang Supriatna, Pemkab Bandung terus mendorong para petani melalui berbagai program, di antaranya pemberian hibah sebesar Rp 25 miliar.

"Hibah itu akan ditransfer ke rekening masing-masing para petani. Hibah itu di antaranya bisa digunakan untuk pengadaan pupuk pertanian," tuturnya.

Ia menyebutkan di Kabupaten Bandung tercatat 142.000 petani, dan sekian puluh ribu petani yang sudah terverifikasi akan mendapatkan hibah tersebut.

"Kami berharap yang menerima hibah adalah para petani yang benar-benar membutuhkan. Misalnya, petani penggarap atau petani penggarap yang menyewa lahan. Petani yang sudah kaya, jangan menerima hibah, Pemkab Bandung fokus pada bidang pertanian, karena laju pertumbuhan ekonomi meningkat karena adanya peran dari sektor pertanian," tambahnya.

Bupati Bandung berharap dengan adanya pemberian bantuan ini, para petani milenial tertarik pada sektor pertanian.

"Jangan sampai petani menjadi barang langka, karena banyak para pemuda yang tak tertarik dengan bertani. Peran petani milenial itu sangat penting untuk melanjutkan para petani mendatang, setelah para orang tua tidak ada," tuturnya

Bupati Bandung mengungkapkan terkait kebjakan pemerintah terkait lahan sawah yang dilindungi yang mencapai sekitar 24.000 Ha, di antaranya di Desa Sumbersari Kecamatan Ciparay yang tidak bisa digunakan untuk pembangunan perumahan.

"Kalau tak ada sawah, bagaimana kita makan," jelasnya.

Dalam diskusinya Ketua KTNA Kabupaten Bandung H. Nono Sambas mengatakan, bahwa ketahanan pangan harus dipertahankan untuk kelangsungan hidup manusia.

"Program KTNA harus sinkron dengan program pemerintah, sehingga KTNA harus dekat dengan pemerintah," ujar Nono. Nono pun mengungkapkan terkait dengan Hari Krida Pertanian (HKP).

"Minimal melalui HKP, ada mimbar sarasehan. Penyampaian dari pemerintah ke petani dan sebaliknya aspirasi dari para petani disampaikan ke dinas-dinas di pemerintahan," ujarnya.

Sementara itu, salah satu pengurus KTNA Kabupaten Bandung, Aswin Pulungan menyampaikan aspirasi tentang asupan protein yang cukup serta daya beli masyarakat untuk kebutuhan protein.

Menurutnya, asupan protein di antaranya dari unggas yang saat ini harganya antara Rp 28.000 sampai Rp 30.000/kg. Sedangkan di peternak Rp 14.000/kg, dan biaya produksi Rp 18.500/kg, sehingga ada kerugian bagi para peternak sebesar Rp 4.500/kg.

"Asupan protein itu dari unggas. Bagaimana kerugian peternak Rp 4.500 itu, ada solusi dari pemerintah," katanya. Aswin juga turut membahas alih fungsi lahan untuk menjadi perhatian pemerintah, supaya ketahanan pangan tetap terjaga.

Dalam diskusi tersebut, perwakilan KTNA Baleendah, Endang mengatakan bahwa pupuk subsidi yang masih kurang.

"Karena pupuk subsidi kurang, sehingga petani membeli pupuk nonsubsidi. Pak Bupati bisa membantu pupuk nonsubsidi bagi para petani," pungkasnya.@gustav

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.