Universitas Multimedia Nusantara dan WIR Group Kolaborasi Kembangkan Metaverse
Ninok berkeyakinan, kolaborasi dalam pengembangan metaverse di kampus UMN dapat berjalan mulus mengingat kampus yang berdiri sejak 2006 ini memang berfokus pada Teknologi Informasi Komunikasi (TIK), sehingga dalam penyusunan kurikulum pendidikan semuanya sudah berbasis TI. “Mahasiswa UMN telah dibekali pengetahuan dan orientasi terhadap perkembangan TIK agar siap menghadapi perubahan teknologi yang kian canggih,” ujar Ninok Leksono yang juga mantan pemimpin redaksi Kompas Cyber Media.
Sementara itu, Gupta Sitorus, Chief Marketing Officer dari WIR Group, mengatakan, kerjasama WIR Group dengan UMN merupakan salah satu fase dari sejumlah kolaborasi pengembangan ekosistem utuk mendukung Metaverse Indonesia di sektor pendidikan, yang sebelumnya telah dilakukan dengan kampus lain, maupun dengan sektor industri dan bisnis, guna membangun partisipasi pelajar dan mahasiswa dalam penggunaan dan pemanfaatan teknologi metaverse.
Kolaborasi dengan UMN juga merupakan suatu upaya memperkaya ekosistem untuk mendukung pengembangan Metaverse Indonesia yang akan dipertunjukkan saat presidensi G20 di Bali. “Sebagai kampus yang memfokuskan pada dunia TIK, UMN tidak akan sulit untuk mengadopsi teknologi tinggi dan tentunya memiliki kapababilitas dalam pengembangan Metaverse. Kami sangat yakin UMN memiliki sumber daya yang mumpuni untuk dapat mengambil peran lebih dalam pengembangan teknologi digital sektor pendidikan dan transformasi digital di masa depan,” ujar Gupta.
“Metaverse adalah keniscayaan dan applicable untuk semua sektor termasuk pendidikan, property, industry dan pemerintahan. Prinsipnya ini adalah kolaborasi yang diciptakan bersama untuk membangun metaverse Indonesia yang kredibel. Kolaborasi tentu mempertimbangkan kompetensi masing masing pihak,” kata Gupta.
Metaverse sendiri merupakan konsep semesta virtual kolaboratif yang menggabungkan interaksi manusia dengan avatar serta berbagai produk dan layanan antara dunia nyata dengan dunia digital tanpa batas. Berkat bantuan teknologi augmented reality (AR), virtual reality (VR) serta artificial intelligence semua bisa berlangsung secara simultan dan parallel di Metaverse. Metaverse memiliki potensi besar untuk masyarakat bisa berinteraksi, bekerja, belajar dan menjalani aktivitas lain dalam kehidupan sebagaimana di dunia nyata.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!