Universitas Indonesia Tangguhkan Gelar Doktor Bahlil Lahadalia

Desi Rossilawati
Kamis, 14 November 2024 | 11:30 WIB
Bagikan
Universitas Indonesia Tangguhkan Gelar Doktor Bahlil Lahadalia

VISI.NEWS | JAKARTAUniversitas Indonesia (UI) mengumumkan penangguhan kelulusan gelar doktor Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Keputusan ini diambil setelah rapat koordinasi yang melibatkan Majelis Wali Amanat, Dewan Guru Besar, Senat Akademik, dan rektorat UI pada Selasa, 12 November 2024.

"Mengingat langkah-langkah yang telah diambil oleh UI, kelulusan BL (Bahlil Lahadalia) mahasiswa Program Doktor Sekolah Kajian Stratejik dan Global ditangguhkan," ungkap Ketua MWA UI, Yahya Cholil Staquf, dalam siaran pers resmi.

Menanggapi keputusan tersebut, Bahlil menyampaikan beberapa poin penting. Pertama, ia mengaku belum sepenuhnya mengetahui isi surat penangguhan dari UI, meskipun telah menerima surat rekomendasi terkait hal itu.

“Saya belum tahu isinya ya. Tapi yang jelas bahwa rekomendasinya mungkin sudah dapat, saya sudah dapat,” ujar Bahlil dalam wawancara di Gedung DPR RI, Jakarta, pada hari Kamis (14/11/2024).

Selanjutnya, Bahlil menegaskan bahwa penangguhan gelar doktornya bukanlah masalah substansial. Ia menyatakan bahwa dirinya telah lulus sidang disertasi, namun baru akan menjalani wisuda pada bulan Desember mendatang.

“Minsik-nya di situ yang saya pahami bukan ditangguhkan, melainkan wisuda saya itu harusnya di Desember. Saya kan menyatakan lulus itu setelah yudisium,” tambah Bahlil, menjelaskan bahwa proses wisuda adalah langkah administratif setelah penempuhan disertasi.

Bahlil juga menyarankan agar pihak media langsung mengonfirmasi kepada UI terkait keputusan Majelis Wali Amanat tersebut untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut. Di sisi lain, Bahlil meraih gelar doktor setelah dinyatakan lulus dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di Sekolah Kajian Stratejik dan Global UI pada 16 Oktober 2024, di mana disertasinya berjudul "Kebijakan, Kelembagaan dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia".

Dalam disertasinya, Bahlil mengidentifikasi empat masalah utama terkait hilirisasi nikel di Indonesia dan merekomendasikan kebijakan yang dibutuhkan, termasuk alokasi dana hasil hilirisasi dan pembentukan satuan tugas untuk mengorkestrasikan pelaksanaannya. Meskipun kelulusan Bahlil ditangguhkan, keberhasilan dalam menyelesaikan disertasi menunjukkan komitmennya terhadap penelitian yang relevan dan strategis bagi pengelolaan sumber daya nasional. Penangguhan ini memicu perdebatan di kalangan akademisi dan masyarakat terkait proses akademik di UI. @berlin

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.