Pramono Pastikan Jakarta Kembali Normal Usai Aksi Massa 29 Aug 2026 Musa Rajekshah Raih detikSumatera Awards 2026 Berkat Kiprah Infrastruktur Sumut 29 Aug 2026 Nama Puan Tak Ada, Ini Isi Surat Komitmen RUU Perampasan Aset 29 Aug 2026 Jepang Kerahkan Tiga Helikopter Bantu Padamkan Karhutla Kalimantan 29 Aug 2026 Festival Kuliner Bandung Vol. 3 Hadirkan 88 Tenant Legendaris 29 Aug 2026 Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 584 Orang, 2.482 Hilang 29 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina 29 Agustus 2026 di Indonesia 29 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp48.000, Jadi Rp2,67 Juta per Gram 29 Aug 2026 ATR/BPN Percepat Balik Nama Sertipikat, Ditargetkan Rampung 10 Hari 29 Aug 2026 Dua Opsi Pemilihan Ketum PBNU, Hari ini Akan Diperdebatkan di Muktamar NU 29 Aug 2026 Pramono Pastikan Jakarta Kembali Normal Usai Aksi Massa 29 Aug 2026 Musa Rajekshah Raih detikSumatera Awards 2026 Berkat Kiprah Infrastruktur Sumut 29 Aug 2026 Nama Puan Tak Ada, Ini Isi Surat Komitmen RUU Perampasan Aset 29 Aug 2026 Jepang Kerahkan Tiga Helikopter Bantu Padamkan Karhutla Kalimantan 29 Aug 2026 Festival Kuliner Bandung Vol. 3 Hadirkan 88 Tenant Legendaris 29 Aug 2026 Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 584 Orang, 2.482 Hilang 29 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina 29 Agustus 2026 di Indonesia 29 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp48.000, Jadi Rp2,67 Juta per Gram 29 Aug 2026 ATR/BPN Percepat Balik Nama Sertipikat, Ditargetkan Rampung 10 Hari 29 Aug 2026 Dua Opsi Pemilihan Ketum PBNU, Hari ini Akan Diperdebatkan di Muktamar NU 29 Aug 2026

UNICEF Apresiasi Kemajuan Indonesia di Hari Anak Nasional 2025

ED
Rabu, 23 Juli 2025 | 10:49 WIB
Bagikan
UNICEF Apresiasi Kemajuan Indonesia di Hari Anak Nasional 2025

VISI.NEWS | JAKARTA - Dalam peringatan Hari Anak Nasional 2025, UNICEF bersama Pemerintah Indonesia dan para mitra merayakan anak-anak di seluruh penjuru negeri. Kepala Perwakilan UNICEF di Indonesia, Maniza Zaman, menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai capaian penting yang telah diraih dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia.

Menurut Zaman, Indonesia telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam mengurangi angka malnutrisi, memperluas akses terhadap layanan kesehatan esensial, serta meningkatkan mutu pendidikan, termasuk pendidikan berbasis keterampilan abad ke-21. Upaya ini juga mencakup peningkatan akses terhadap air bersih, sanitasi, dan perlindungan anak dari kekerasan, termasuk di ranah digital. UNICEF memberikan pujian kepada Pemerintah Indonesia atas komitmen kuatnya dalam menjamin hak-hak anak, terutama dalam satu dekade terakhir. Investasi dalam program anak yang dilakukan melalui inisiatif “Quick WinsPresiden Prabowo dinilai sebagai langkah berani yang sangat penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. “Kami teguh dalam kemitraan bersama pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan setiap anak dapat bertahan hidup, berkembang, dan mencapai potensi penuhnya,” ujar Zaman. Ia menambahkan bahwa anak-anak adalah inti masa depan bangsa yang akan menentukan arah pembangunan dan kesejahteraan nasional. UNICEF juga mengajak semua pihak untuk mendengarkan suara anak-anak dan melibatkan mereka secara aktif dalam proses pengambilan keputusan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam kebijakan pemerintah. “Anak-anak bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga penggerak perubahan,” tegas Zaman. Dalam kesempatan ini, UNICEF turut menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan pengasuh yang telah meletakkan fondasi kuat bagi pertumbuhan fisik, emosional, dan intelektual anak-anak. Untuk mendukung peran tersebut, UNICEF meluncurkan pusat sumber daya daring dengan beragam informasi dan kiat praktis yang disesuaikan dengan tahapan usia anak. Tak lupa, ucapan terima kasih ditujukan kepada para “pahlawan garda terdepan” seperti gubernur, wali kota, bupati, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, guru, pekerja sosial, dan semua pihak yang bekerja keras dalam memastikan anak-anak mendapatkan awal kehidupan terbaik. Meski banyak kemajuan, UNICEF mengingatkan masih ada tantangan besar yang harus diatasi, seperti kemiskinan, disabilitas, dan keterpencilan geografis. Ancaman baru seperti krisis iklim dan risiko digital juga perlu direspons secara cepat dan terkoordinasi. Zaman menutup pernyataannya dengan menyerukan kolaborasi lintas sektor. “Dibutuhkan satu desa untuk membesarkan seorang anak,” katanya. “Mewujudkan hak setiap anak membutuhkan tanggung jawab bersama—dari pemerintah, masyarakat, sektor swasta, hingga komunitas donor—untuk membangun dunia yang memungkinkan setiap anak untuk tumbuh dan berkembang.”

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.