Umrah Ramadan, Ibadah Khusyuk di Tengah Sesaknya Tanah Suci

ED
Selasa, 27 Januari 2026 | 05:42 WIB
Bagikan
Umrah Ramadan, Ibadah Khusyuk di Tengah Sesaknya Tanah Suci

VISI.NEWS | BANDUNG - Menunaikan ibadah umrah di bulan Ramadan menjadi pengalaman yang sangat istimewa bagi umat Muslim. Selain diyakini memiliki keutamaan pahala yang besar, suasana spiritual di Tanah Suci pada bulan suci ini terasa jauh lebih kuat dibandingkan bulan-bulan lainnya. Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah dipadati jamaah dari berbagai penjuru dunia, menciptakan atmosfer ibadah yang hidup hampir sepanjang waktu.

Ahmad (45), jamaah asal Jakarta, yang berangkat umrah pada Ramadan 1443 Hijriah mengaku umrah Ramadan memberikan kesan mendalam yang sulit dilupakan. “Dari subuh sampai malam, masjid tidak pernah sepi. Walaupun sangat sesak, rasanya hati justru lebih tenang,” ujarnya. Menurutnya, kepadatan jamaah menjadi simbol kuatnya persaudaraan umat Islam.

Suasana di sekitar Masjidil Haram selama Ramadan memang luar biasa padat, terutama menjelang waktu berbuka puasa dan shalat tarawih. Jamaah memenuhi pelataran masjid hingga ke jalan-jalan di sekitarnya. Arus manusia bergerak perlahan, namun tetap tertib. “Kadang untuk masuk area tawaf perlu kesabaran ekstra, tapi semua dijalani dengan ikhlas,” kata Siti (32), jamaah asal Bandung, yang berangkat pada Ramadan tahun lalu.

Salah satu hal yang paling dirasakan jamaah adalah berlimpahnya makanan gratis untuk berbuka puasa. Setiap sore, relawan membagikan kurma, roti, nasi, buah, yoghurt, hingga air zamzam dalam jumlah besar. “Makanannya gratis dan sangat melimpah. Tinggal duduk, nanti ada yang mengantar,” ujar Rahman, jamaah asal Makassar.

Momen berbuka puasa di Masjidil Haram menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Jamaah dari berbagai bangsa duduk berjejer, menikmati hidangan sederhana namun penuh keberkahan. “Sederhana, tapi rasanya luar biasa karena dimakan bersama ribuan orang dalam suasana ibadah,” tutur Lina (28)  dari Aceh yang mengikuti program umrah Ramadan 1445 Hijriah.

Usai berbuka, jamaah bersiap mengikuti shalat tarawih yang menjadi salah satu daya tarik utama Ramadan di Tanah Suci. Di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, terdapat dua pilihan pelaksanaan tarawih, yakni 11 rakaat dan 23 rakaat. Jamaah bebas memilih mengikuti imam sesuai kemampuan dan niat masing-masing.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.