Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Turkmenistan Longgarkan Aturan Imigrasi, Ini Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi

Desi Rossilawati
Selasa, 29 April 2025 | 00:10 WIB
Bagikan
Turkmenistan Longgarkan Aturan Imigrasi, Ini Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi
VISI.NEWS | BANDUNG - Turkmenistan, salah satu negara paling tertutup di dunia, kini membuka pintunya lebih lebar bagi turis asing. Pemerintah baru saja mengesahkan undang-undang yang mempermudah proses kunjungan wisatawan mancanegara, menggantikan aturan lama yang terkenal ketat dan rumit. Selama bertahun-tahun, semua pengunjung ke Turkmenistan diwajibkan memiliki visa yang sulit diperoleh. Selain itu, calon pelancong harus tergabung dalam grup perjalanan dan melampirkan surat undangan resmi dari Layanan Migrasi Turkmenistan, membuat negara ini hanya dikunjungi kurang dari 15.000 wisatawan setiap tahunnya. Namun kini, seperti dilaporkan Time Out, Presiden Serdar Berdymukhamedov memegang keputusan atas jenis visa elektronik yang diterbitkan, masa berlaku, serta prosedur barunya. Wisatawan cukup mengisi formulir online sederhana tanpa lagi perlu undangan khusus. Kebijakan ini menjadi angin segar, terutama bagi mereka yang ingin menjelajahi kekayaan alam Turkmenistan. Negara ini memiliki cadangan gas alam terbesar kelima di dunia, dengan sebagian besar wilayahnya berupa Gurun Karakum. Untuk biaya perjalanan, tur rata-rata selama 7-8 hari dibanderol sekitar US$1.095 (sekitar Rp18,4 juta), belum termasuk tiket pesawat. Biaya itu sudah mencakup transportasi, akomodasi, dan beberapa makanan. Beberapa destinasi wisata yang wajib dikunjungi antara lain Kawah Gas Darvaza atau Gerbang Neraka, Ngarai Yangykala yang memesona, Danau Bawah Tanah Köw Ata, Gua Kyrk Gyz, serta Masjid Saparmurat Hajji. Tak ketinggalan, kota kuno Merv, situs warisan dunia UNESCO yang merupakan salah satu permata di sepanjang Jalur Sutra. Sementara itu, ibu kota Ashgabat, dengan arsitekturnya yang unik dan pasar tradisional Tolkuchka Bazaar, menawarkan pengalaman budaya yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Dengan proses imigrasi yang jauh lebih ramah, Turkmenistan kini menjadi destinasi baru yang menarik untuk dijelajahi para petualang dunia. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.