Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026

Tupperware Terhindar dari Kebangkrutan Setelah Hakim Setujui Penjualan Aset kepada Kreditur

ED
Sabtu, 2 November 2024 | 20:05 WIB
Bagikan
Tupperware Terhindar dari Kebangkrutan Setelah Hakim Setujui Penjualan Aset kepada Kreditur
VISI.NEWS | AMERIKA - Produsen wadah penyimpanan makanan asal Amerika Serikat, Tupperware, sempat menghadapi ancaman kebangkrutan, dengan beberapa anak perusahaannya bahkan mengajukan permohonan kebangkrutan akibat kerugian yang besar. Laurie Ann Goldman, Presiden dan CEO Tupperware Brands Corporation, telah mengusulkan izin kepada pengadilan untuk menjual bisnisnya agar perusahaan dapat terus beroperasi selama proses tersebut. Usaha Goldman tampaknya membuahkan hasil, karena Hakim Kepailitan AS, Brendan Shannon, menyetujui usulan penjualan aset Tupperware kepada kreditur dalam sidang di Wilmington, North Carolina. Keputusan ini memungkinkan Tupperware untuk keluar dari status kebangkrutan dan melanjutkan operasionalnya. Selama berbulan-bulan, Tupperware berupaya mencari pembeli sebelum mengajukan kebangkrutan, termasuk melelang asetnya. Namun, tidak ada yang bersedia untuk membeli atau melunasi utang perusahaan yang mencapai US$ 818 juta (sekitar Rp 12,8 triliun). Kreditur utama Tupperware, termasuk Alden Global Capital, Stonehill Institutional Partners, dan Bank of America, awalnya menolak rencana penjualan perusahaan, lebih memilih klaim atas aset. Namun, dalam kesepakatan, kreditur menawarkan Rp 368,9 miliar dalam bentuk tunai dan lebih dari Rp 898 miliar dalam keringanan utang, serta mendapatkan merek dan aset Tupperware di pasar utama, termasuk di Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Brasil, Tiongkok, Korea, India, dan Malaysia. "Perusahaan berencana untuk menghentikan operasinya di pasar tertentu dan beralih ke model bisnis yang mengedepankan teknologi serta tidak terlalu bergantung pada aset," kata CEO Tupperware Laurie Ann Goldman. Selama bertahun-tahun, Tupperware telah mendominasi pasar wadah penyimpanan makanan, sehingga namanya sering digunakan secara umum untuk merujuk pada wadah plastik, bahkan yang bukan produk Tupperware. Didirikan pada tahun 1946 oleh Earl Tupper, perusahaan ini terkenal karena inovasi segel kedap udara yang fleksibel. Tupperware mencapai puncak popularitasnya pada 1950-an dan 1960-an, ketika banyak orang mengadakan "Pesta Tupperware" di rumah untuk menjual produk kepada teman dan tetangga. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.