Tsunami Berakhir, Flores Diguncang 37 Gempa Susulan
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengungkapkan bahwa hingga pukul 07.07 WIB pihaknya telah mendeteksi sebanyak 37 gempa bumi susulan atau aftershock.
Gempa susulan tersebut memiliki magnitudo bervariasi antara M3,6 hingga M6,2. Dari puluhan gempa susulan itu, satu di antaranya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurut Wijayanto, kawasan busur belakang Flores memang dikenal sebagai salah satu zona seismik aktif yang menyimpan potensi gempa besar.
“Di busur belakang Flores ini terdapat potensi gempa maksimum M7,8 hingga M7,9. Berdasarkan catatan sejarah, gempa serupa pernah terjadi pada tahun 1992 dengan kekuatan M7,5 yang menimbulkan kerusakan dan terjadi tsunami. Setelah hampir 30 tahun, pelepasan energi besar kembali terjadi di busur belakang Flores,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa wilayah Flores masih memiliki potensi aktivitas tektonik tinggi sehingga pemantauan berkelanjutan menjadi sangat penting.
Rumah, Pelabuhan, dan Hotel Mengalami Kerusakan
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan hasil pemantauan awal dari Stasiun Geofisika Kupang serta koordinasi dengan BPBD setempat menunjukkan adanya kerusakan bangunan di sejumlah daerah terdampak.
Beberapa bagian tembok rumah sederhana dilaporkan roboh di wilayah Maumere, Manggarai Barat, dan Labuan Bajo.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!