Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Trump Umumkan Tarif Impor untuk Kanada, Meksiko, dan China

Desi Rossilawati
Sabtu, 1 Februari 2025 | 21:15 WIB
Bagikan
Trump Umumkan Tarif Impor untuk Kanada, Meksiko, dan China
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan baru yang memberlakukan tarif impor sebesar 25% pada barang-barang dari Kanada dan Meksiko, serta 10% pada barang-barang asal China pada Jumat (31/1/2025). Tarif ini mulai diberlakukan pada Sabtu (1/2/2025), dan diperkirakan dapat menyebabkan kenaikan harga cepat bagi konsumen Amerika Serikat. Meskipun demikian, Trump berjanji akan berusaha mengurangi dampaknya, terutama pada impor minyak. Kebijakan tarif ini merupakan janji yang dibuat Trump untuk mendorong negara-negara tersebut bekerja sama dalam menghentikan imigrasi ilegal dan penyelundupan bahan kimia fentanyl, serta untuk mendorong peningkatan manufaktur domestik dan pendapatan pemerintah. "Mulai besok, tarif akan diterapkan," kata juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt dikutip AP. "Ini adalah janji yang dibuat dan janji yang ditepati oleh presiden." sambungnya. Meskipun demikian, kebijakan ini menuai kritik dari banyak pihak, terutama dari politikus Demokrat yang menganggap kebijakan tarif tersebut justru akan memicu perang dagang dengan sekutu AS, yaitu Kanada dan Meksiko. Politikus Demokrat Chuck Schumer menyebut bahwa seharusnya AS fokus melawan negara pesaing seperti China, bukan malah mengenakan tarif pada negara tetangga. Ia memperingatkan bahwa tarif ini dapat menaikkan harga barang-barang pokok. "Kita seharusnya fokus melawan negara pesaing yang mengatur permainan, seperti China, bukan menyerang sekutu kita," kata Chuck Schumer. "Jika tarif ini diterapkan sepenuhnya, itu akan menaikkan harga untuk segala hal mulai dari bahan makanan, mobil, hingga bensin, yang akan membuat lebih sulit bagi keluarga kelas menengah untuk bertahan hidup." terangnya. Trump juga mengindikasikan kemungkinan memberikan pengecualian untuk impor minyak dari Kanada dan Meksiko. Ia menyatakan akan menurunkan tarif untuk minyak, namun masih belum jelas apakah penurunan tarif ini akan diberlakukan segera setelah penandatanganan perintah eksekutif pada Sabtu. "Saya mungkin akan mengurangi tarif sedikit untuk itu," ungkap Trump soal minyak. "Kami pikir kami akan menurunkannya menjadi 10 persen." ujarnya. Selain itu, Trump juga menambahkan bahwa tarif 10% untuk impor dari China akan dikenakan di atas tarif yang sudah ada sebelumnya. "Kami akan mengenakan tarif pada chip (komputer) ... pada minyak dan gas. Itu akan terjadi dalam waktu dekat, saya rasa sekitar 17 Februari," ucap Trump. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.