Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Trump Umumkan Jeda Tarif Impor 90 Hari, Indonesia Termasuk

Desi Rossilawati
Kamis, 10 April 2025 | 21:45 WIB
Bagikan
Trump Umumkan Jeda Tarif Impor 90 Hari, Indonesia Termasuk
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan angin segar bagi banyak negara, termasuk Indonesia, dengan mengumumkan penangguhan tarif impor tinggi selama 90 hari. Dalam kebijakan ini, semua negara kecuali China, Meksiko, dan Kanada akan dikenai tarif universal sebesar 10%, turun signifikan dari tarif sebelumnya, termasuk Indonesia yang sebelumnya dikenakan 32%. Namun, Trump tidak melunak terhadap China. Ia justru mengumumkan kenaikan tarif menjadi 125%, naik dari 104%, menyusul kebijakan balasan tarif dari Beijing pada Rabu pagi. Dalam pernyataannya melalui media sosial, Trump menilai China tidak menunjukkan rasa hormat terhadap sistem perdagangan dunia dan memperingatkan bahwa praktik "menipu" oleh China tidak akan ditoleransi lagi oleh AS dan negara-negara lain. Sementara itu, tarif terhadap barang dari Meksiko dan Kanada tetap diberlakukan sebesar 25%, kecuali jika kedua negara tersebut sepenuhnya mematuhi Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (USMCA). Namun, sektor-sektor tertentu yang sebelumnya dikenai tarif khusus oleh Trump tidak akan terpengaruh oleh kelonggaran ini. Trump menyatakan bahwa meski tarif tinggi masih akan tetap diberlakukan di masa depan. "Belum ada yang berakhir, tetapi kami memiliki semangat yang luar biasa dari negara-negara lain, termasuk China. China ingin membuat kesepakatan, mereka hanya tidak tahu bagaimana cara melakukannya," ungkap Trump. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.