Trump Tuding Jepang Manipulasi Yen, BoJ Bantah dan Klarifikasi
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 10 Maret 2025 | 21:45 WIB
VISI.NEWS | JEPANG - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menghebohkan Jepang dengan pernyataannya yang menuding bahwa Bank of Japan (BoJ) melakukan manipulasi yen.
Dalam pernyataannya pada Senin (10/3/2025), Trump menyebut Jepang sengaja melemahkan mata uangnya melalui kebijakan moneter, yang menurutnya memberikan keuntungan tidak adil dalam perdagangan dengan AS.
Trump bahkan menyamakan Jepang dengan China, yang sebelumnya sering ia kritik karena dianggap menggunakan strategi serupa untuk mendukung ekspornya.
Mantan Gubernur BoJ, Haruhiko Kuroda, menegaskan bahwa tuduhan Trump didasarkan pada kesalahpahaman. Dalam sebuah acara televisi, ia menyatakan bahwa Jepang justru berusaha mencegah pelemahan yen melalui berbagai langkah, termasuk intervensi pasar valuta asing.
"Faktanya, pemerintah Jepang telah melakukan upaya besar untuk mencegah yen melemah," ujar Kuroda, dikutip dari Reuters.
Menurutnya, BoJ tidak secara sengaja melemahkan yen melalui kebijakan moneternya. Bahkan, pada 2022 dan 2023, pemerintah Jepang pernah melakukan intervensi pasar untuk memperkuat yen, yang kala itu mencapai titik terendah dalam 38 tahun dengan mendekati 162 per dolar AS.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Kazuo Ueda, BoJ telah menghentikan kebijakan stimulus besar-besaran sejak Maret 2024. Pada Januari 2025, suku bunga jangka pendek mulai dinaikkan menjadi 0,5%, sebagai bagian dari langkah menuju target inflasi 2% secara berkelanjutan.
Kuroda menambahkan bahwa kenaikan suku bunga perlu dilakukan secara bertahap, karena menaikkan terlalu cepat atau mempertahankan suku bunga rendah terlalu lama bisa berdampak buruk bagi ekonomi Jepang. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!