Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Trump Terapkan Tarif Baru, Negara-Negara Terdampak Siap Merespons

Desi Rossilawati
Kamis, 3 April 2025 | 23:00 WIB
Bagikan
Trump Terapkan Tarif Baru, Negara-Negara Terdampak Siap Merespons
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu ketegangan ekonomi global dengan kebijakan tarif impor besar-besaran yang memukul berbagai negara. Uni Eropa, Jepang, Inggris, dan banyak negara lainnya mengecam langkah ini, sementara Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan agar negara-negara terdampak tidak melakukan aksi balasan untuk menghindari eskalasi konflik dagang. Dalam pidato di Gedung Putih pada Rabu (2/4/2025) yang ia sebut sebagai 'Liberation Day', Trump mengumumkan tarif baru sebesar 25% untuk semua kendaraan dan truk impor, serta tarif tambahan pada suku cadang mulai 3 Mei 2025. Kebijakan ini berdampak besar pada China, yang kini menghadapi tarif kumulatif hingga 54%, sementara Uni Eropa dikenai 20%, Jepang 24%, dan negara-negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Kamboja, serta Myanmar masing-masing menghadapi tarif lebih dari 40%. Dampak kebijakan ini langsung terasa di pasar keuangan global. Indeks Nikkei di Tokyo turun lebih dari 4%, sementara pasar saham Vietnam anjlok lebih dari 5%. Di AS sendiri, investor beralih ke aset safe haven seperti emas, yang mencapai harga tertinggi dalam sejarah. Berbagai negara telah bersiap untuk merespons kebijakan ini. Uni Eropa menyatakan akan mengambil tindakan balasan, sementara Jepang dan China mengecam langkah AS yang dinilai dapat memperburuk kondisi ekonomi global. Beijing bahkan telah bersiap untuk menerapkan kebijakan serupa guna melindungi kepentingan ekonominya. Meski mendapat kecaman luas, Trump bersikeras bahwa kebijakan ini akan mengembalikan dominasi ekonomi AS. Namun, dengan meningkatnya ancaman retaliasi dari negara-negara terdampak, dunia kini berada di ambang perang dagang besar-besaran yang berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi global. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.