Trump: Perang Belum Usai, Ketegangan AS–Iran Memanas
VISI.NEWS | BANDUNG - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Hampir dua pekan sejak pecahnya konflik yang dipicu oleh serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel, kedua pihak justru memberikan sinyal bahwa perang belum akan berakhir dalam waktu dekat.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa negaranya tidak akan menghentikan operasi militer sebelum tujuan utama tercapai. Dalam sebuah pidato di hadapan pendukungnya pada sebuah acara kampanye di negara bagian Kentucky, Trump menyampaikan bahwa Amerika Serikat telah berada di jalur kemenangan, namun masih harus menuntaskan misi tersebut.
“Kita tidak ingin pergi terlalu cepat, bukan?” kata Trump pada Rabu waktu setempat.
“Kita harus menyelesaikan pekerjaan ini.”
Pernyataan tersebut disampaikan Trump di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang juga berdampak pada stabilitas pasar energi dunia. Konflik yang dimulai dengan serangan udara terhadap sejumlah target di wilayah Iran kini meluas hingga ke Lebanon dan perairan strategis di kawasan Teluk.
Situasi semakin memanas setelah Iran dilaporkan melakukan serangan terhadap sejumlah kapal tanker di perairan Irak serta kapal-kapal lain yang berada di dekat jalur pelayaran penting Selat Hormuz. Jalur laut ini dikenal sebagai salah satu rute utama distribusi minyak dunia, sehingga setiap gangguan di wilayah tersebut langsung memicu kekhawatiran global.
Pemerintah Iran memperingatkan bahwa konflik yang terus berlanjut dapat berdampak besar terhadap harga energi dunia. Teheran bahkan menyebut harga minyak berpotensi melonjak drastis hingga mencapai 200 dolar AS per barel jika situasi tidak segera mereda.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran vital yang menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan pasar global. Sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara Timur Tengah melewati jalur tersebut, sehingga setiap ketegangan militer di kawasan itu berpotensi mengganggu pasokan energi internasional.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!