Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Trump Klaim Iran Beri “Hadiah Besar” Terkait Selat Hormuz

ED
Rabu, 25 Maret 2026 | 05:48 WIB
Bagikan
Trump Klaim Iran Beri “Hadiah Besar” Terkait Selat Hormuz

VISI.NEWS | WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan mengejutkan dengan menyebut Iran telah memberinya “hadiah yang sangat besar” terkait situasi di Selat Hormuz. Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Washington, dan langsung memicu spekulasi luas mengenai perkembangan terbaru konflik di kawasan Timur Tengah.

Trump mengungkapkan bahwa “hadiah” tersebut memiliki nilai yang sangat besar dan berkaitan dengan sektor minyak dan gas. “Mereka memberi kami hadiah, dan hadiah itu tiba hari ini. Nilainya sangat besar,” ujar Trump, menambahkan bahwa hal itu meningkatkan keyakinannya bahwa pihak yang diajak berkomunikasi di Iran adalah pihak yang tepat untuk mengakhiri perang.

Pernyataan tersebut, dikutip dari Arab News, Rabu (25/3/2026), muncul sehari setelah Trump secara tak terduga menunda rencana serangan terhadap fasilitas pembangkit listrik Iran. Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah Amerika Serikat tengah melakukan negosiasi dengan pihak-pihak tertentu di Iran, meskipun tidak merinci siapa yang terlibat dalam pembicaraan tersebut.

Namun, pemerintah Iran membantah adanya keterlibatan dalam negosiasi apa pun dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik yang kini telah memasuki pekan keempat. Ketegangan ini turut berdampak pada terganggunya pasokan minyak global, terutama yang melewati Selat Hormuz—jalur vital perdagangan energi dunia.

Dalam keterangannya, Trump menyebut tindakan Iran tersebut sebagai sesuatu yang “luar biasa” dan menjadi sinyal positif dalam upaya diplomasi. Ia bahkan menilai bahwa langkah itu menunjukkan adanya itikad baik dari pihak tertentu di Iran.

Trump juga menegaskan bahwa “hadiah” yang dimaksud tidak berkaitan dengan program nuklir Iran. Meski demikian, ia kembali mengklaim bahwa pihak Iran telah menyatakan tidak akan memiliki senjata nuklir, sebuah pernyataan yang belum dikonfirmasi secara independen.

Saat ditanya apakah “hadiah” tersebut berkaitan dengan pembukaan kembali arus lalu lintas minyak di Selat Hormuz, Trump mengiyakan. Ia menyebut bahwa hal itu berhubungan langsung dengan kelancaran arus energi di kawasan tersebut.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, dan menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia. Gangguan di wilayah ini dapat berdampak besar terhadap harga energi global dan stabilitas ekonomi internasional.

Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai bentuk konkret dari “hadiah” yang dimaksud Trump. Pernyataan tersebut pun masih menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pengamat internasional, yang menunggu klarifikasi lebih lanjut dari kedua belah pihak terkait makna dan implikasi dari klaim tersebut.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.