Trump Berlakukan Tarif Impor Besar-Besaran
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 4 Februari 2025 | 21:50 WIB
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Presiden AS Donald Trump kembali memberikan peringatan kepada warganya setelah mengumumkan tarif impor besar-besaran terhadap China, Kanada, dan Meksiko, yang dapat memicu perang dagang global baru.
Dalam pernyataannya, Trump mengakui bahwa kebijakan ini mungkin akan menyebabkan kesulitan dalam jangka pendek, tetapi dianggap perlu agar negara-negara tersebut membayar kompensasi atas tindakan mereka terhadap AS.
"Saya tidak mengharapkan sesuatu yang dramatis. Mereka berhutang banyak uang kepada kita, dan saya yakin mereka akan membayarnya," kata Trump dikutip Reuters saat kembali ke Washington dari propertinya di Mar-a-Lago di Florida.
Selain mengumumkan tarif impor sebesar 25% untuk Kanada dan Meksiko serta 10% untuk barang-barang China, Trump juga mengungkap rencana pemberlakuan tarif untuk Uni Eropa.
"Itu pasti akan terjadi dengan Uni Eropa. Saya dapat memberitahu Anda karena mereka benar-benar telah memanfaatkan kita," ungkap Trump.
"Mereka tidak mengambil mobil kita, mereka tidak mengambil produk pertanian kita. Mereka hampir tidak mengambil apa pun dan kita mengambil semuanya dari mereka."
Trump menyatakan kebijakan tersebut dilakukan melalui Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA) sebagai respons terhadap ancaman narkoba dan imigran gelap.
Reaksi dari negara-negara yang terdampak cukup tegas. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum meminta respons balasan berupa tarif sebesar 25% untuk produk AS serta menuntut AS menekan aliran senjata ilegal ke negaranya.
"Kami bersedia bekerja sama dengan AS. Masalah tidak diselesaikan dengan mengenakan tarif, tetapi dengan berunding," ucap Sheinbaum.
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau juga mengumumkan tarif balasan sebesar 25% untuk berbagai produk AS, termasuk makanan, pakaian, dan peralatan rumah tangga.
"Kami tidak ingin berada di sini, kami tidak meminta ini," katanya pada konferensi pers Sabtu malam.
"Tetapi kami tidak akan mundur dalam membela warga Kanada." ujarnya.
China, melalui pernyataannya, mengecam kebijakan tarif tersebut sebagai tindakan keliru yang merugikan semua pihak. Beijing juga mengancam akan membawa kasus ini ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
"Perang dagang dan tarif tidak memiliki pemenang," ujar seorang juru bicara di kedutaan besar China di Washington.
Perang dagang ini dinilai para ekonom dapat memicu kenaikan harga berbagai produk di AS serta memperdalam ketegangan ekonomi global. Sementara itu, China menyatakan tetap mencari solusi yang saling menguntungkan guna meredakan konflik perdagangan dengan AS. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!