Trump Ajukan Gagasan Pemindahan Warga Palestina dari Gaza
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 5 Februari 2025 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyarankan agar warga Palestina yang menjadi korban invasi Israel di Jalur Gaza dipindahkan ke wilayah yang lebih layak, seperti Mesir atau Yordania. Menurut Trump, Gaza yang hancur akibat serangan Israel selama lebih dari setahun sudah tidak layak huni.
Dalam pernyataannya saat menandatangani dokumen resmi di Gedung Putih, Trump menyebut bahwa penduduk Palestina layak mendapatkan sebidang tanah yang indah dan aman untuk membangun kehidupan baru. Dia bahkan mengusulkan pendanaan besar untuk membangun pemukiman modern di wilayah alternatif tersebut.
"Saya merasa sangat berbeda tentang Gaza daripada banyak orang. Saya pikir mereka harus mendapatkan sebidang tanah yang bagus, segar, dan indah, dan kita meminta beberapa orang untuk mengeluarkan uang untuk membangunnya dan membuatnya bagus dan membuatnya layak huni dan menyenangkan," ujar Trump, yang menyebut Jalur Gaza sebagai "situs pembongkaran" yang tidak layak huni.
"Jika kita dapat menemukan sebidang tanah yang tepat, atau banyak sebidang tanah, dan membangun tempat-tempat yang sangat bagus di sana dengan banyak uang di daerah itu ... Saya pikir itu akan jauh lebih baik daripada kembali ke Gaza, yang telah mengalami kematian selama puluhan tahun," kata Trump, dilansir Independent.
Namun, Mesir dan Yordania telah berulang kali menolak gagasan menerima pengungsi Palestina tambahan. Trump optimistis mereka akan mempertimbangkan jika ia yang meminta, berbeda dengan Joe Biden yang menurutnya bakal langsung ditolak.
"Saya tidak yakin mereka akan mengatakan 'tidak' kepada saya, saya yakin mereka akan mengatakan 'tidak' kepada Biden, dan saya yakin mereka akan mengatakan 'tidak' kepada orang lain," ungkap Trump.
Trump juga menyatakan keyakinannya bahwa banyak warga Gaza akan bersedia meninggalkan wilayah tersebut jika ada pilihan lain yang lebih baik.
"Mereka hidup seperti neraka. Mereka hidup seperti Anda tinggal di neraka. Gaza bukanlah tempat bagi orang untuk tinggal, dan satu-satunya alasan mereka ingin kembali, dan saya sangat yakin akan hal ini, adalah karena mereka tidak punya alternatif," kata Trump.
Namun, gagasan ini memicu kontroversi karena dapat dianggap sebagai bentuk pembersihan etnis menurut hukum internasional.
Jalur Gaza, yang dihuni lebih dari 2,1 juta orang, adalah salah satu wilayah terpadat di dunia dan secara historis dimaksudkan menjadi bagian dari negara Palestina berdasarkan Perjanjian Oslo 1993. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!