Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

Truk Sambar Angkot Rombongan Pengajian di Purworejo, Polisi Tak Temukan Jejak Rem

Desi Rossilawati
Rabu, 7 Mei 2025 | 17:00 WIB
Bagikan
Truk Sambar Angkot Rombongan Pengajian di Purworejo, Polisi Tak Temukan Jejak Rem
VISI.NEWS | PURWOREJO - Polisi terus mendalami penyebab kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Purworejo-Magelang, tepatnya di Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah, yang merenggut 11 nyawa dan menyebabkan enam orang luka ringan pada Rabu (7/5/2025). Insiden nahas ini melibatkan truk tronton pengangkut pasir bernomor polisi B-9970-BYZ dan kendaraan minibus jenis kopada (angkot pedesaan) yang mengangkut rombongan ibu-ibu pengajian. Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol M. Pratama Adhyasastra, menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan awal, truk melaju dari arah utara dan sempat menyenggol bagian kanan angkot saat berada di tikungan tajam. Usai menyenggol, truk oleng dan mencoba menyalip, sebelum akhirnya menimpa kendaraan kopada. "Nyalip, kemudian apakah ini remnya blong atau tidak sempat ngerem, kita dalami. Kalau melihat daripada TKP kita belum menemukan bekas rem, jadi nanti akan kita dalami. Apakah dia kaget dia tidak ngerem atau memang rem itu tidak berfungsi," ujar Pratama di lokasi kejadian pada Rabu (7/5/2025). Ia menegaskan bahwa lokasi tersebut merupakan jalur rawan dan berbahaya karena berada di tikungan dengan marka jalan tak terputus yang berarti larangan mendahului. "Jalur rawan jalur berbahaya karena ini tikungan, jalur berbahaya dan ini sudah ada garis marka untuk kendaraan tidak menyalip. Jadi kita imbau semua pengemudi patuhi rambu-rambu, itu ada rambu garis lurus tidak terputus," tambahnya. Hingga saat ini, petugas masih melakukan identifikasi para korban yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka. Penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap apakah kecelakaan dipicu oleh kelalaian manusia, kerusakan teknis, atau kombinasi keduanya. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.