Truk ODOL dan Kecelakaan Bus Pariwisata Jadi Sorotan, MTI Tuntut Perbaikan Sistemik

Desi Rossilawati
Jumat, 24 Januari 2025 | 07:35 WIB
Bagikan
Truk ODOL dan Kecelakaan Bus Pariwisata Jadi Sorotan, MTI Tuntut Perbaikan Sistemik
VISI.NEWS | BANDUNG - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyoroti kondisi keselamatan transportasi darat di Indonesia yang dinilai mengkhawatirkan, khususnya akibat maraknya kendaraan over dimension over loading (ODOL) dan tingginya angka kecelakaan yang melibatkan bus pariwisata. Menurut Ketua Umum MTI, Tory Damantoro, pertumbuhan kendaraan ODOL yang masih berada di angka bawah 5% saja sudah menyebabkan kerugian besar, baik secara ekonomi maupun korban jiwa. "Kalau sekarang saja sudah seperti ini, bagaimana nanti jika pertumbuhan ekonomi mencapai 8%? Mau sebesar apa lagi kerugian dan korban kematian yang kita tanggung?" ujarnya. MTI mendesak Presiden Prabowo Subianto dan para menteri untuk segera mengambil langkah konkret dalam memperbaiki sistem keselamatan transportasi darat. Tory menyebut transportasi sebagai tulang punggung ekonomi yang harus mendapat prioritas demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan program-program kesejahteraan lainnya. "Presiden Prabowo harus langsung memimpin upaya nasional untuk memperbaiki sistem keselamatan transportasi secara menyeluruh. Transportasi sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi, dan jika ekonominya tumbuh, pemerintah akan memiliki lebih banyak anggaran untuk mendanai program-program kesejahteraan seperti makanan bergizi gratis," terangnya. Agus Pambagio, Dewan Penasehat MTI, menilai bahwa analisis kecelakaan oleh aparat sering kali terfokus pada kesalahan supir, seperti kelelahan atau pengaruh alkohol, tanpa melihat penyebab sistemik. Ia menekankan pentingnya perbaikan mendalam pada sistem transportasi darat. "Nanti dari Pekerjaan Umum (PU), oh soal gradien jalan, dan sebagainya. Itu saja yang diperhatikan. Tetapi tidak ada upaya untuk mengurangi, karena kejadiannya berulang dengan penyebab yang sama," kata Agus. Sementara itu, Ketua Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah MTI, Djoko Setijowarno, menyoroti rendahnya tanggung jawab yang diberikan kepada pemilik kendaraan, perusahaan angkutan, dan pemilik barang. Menurutnya, sistem perlu diubah agar semua pihak yang terlibat dalam operasional transportasi turut bertanggung jawab. "Sistem ini perlu diubah. Semua pihak, mulai dari pengusaha hingga pemilik barang harus ikut bertanggung jawab dalam menjamin keselamatan di jalan raya," tandasnya. MTI juga mengkritisi lemahnya regulasi dan kurangnya perhatian pemerintah terhadap dampak buruk yang terus terjadi. Dewan Penasehat MTI, Darmaningtyas, menyebutkan bahwa performa keselamatan transportasi darat tidak mencerminkan perannya sebagai penggerak utama logistik dan mobilitas masyarakat. "Performa keselamatan transportasi darat saat ini berbanding terbalik dengan perannya sebagai penggerak utama angkutan orang dan barang. Regulasi seakan tidak ada, dan pemerintah seperti tidak peduli terhadap dampak buruk yang terjadi. Kecelakaan yang terus terjadi pada angkutan truk dan bus wisata perlu memperoleh atensi khusus agar tidak terus terulang dan membawa korban jiwa secara sia-sia," tambah Darmaningtyas. MTI menegaskan perlunya tindakan segera dari pemerintah dan menekankan pentingnya Presiden Prabowo untuk memimpin upaya nasional dalam memperbaiki sistem keselamatan transportasi darat secara menyeluruh. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.