IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Tren Positif Ekonomi Indonesia di Tengah Prediksi Resesi 2023

ED
Jumat, 28 Oktober 2022 | 07:58 WIB
Bagikan
Tren Positif Ekonomi Indonesia di Tengah Prediksi Resesi 2023

VISI.NEWS | BANDUNG - Beberapa waktu belakangan ini, perbincangan mengenai resesi mulai berkeliaran, baik secara global maupun nasional. Hal ini terjadi ketika bank sentral di seluruh dunia secara bersamaan menaikkan suku bunga sebagai respons terhadap inflasi. Dengan kebijakan tersebut, Bank Dunia mulai melaporkan bahwa resesi global akan terjadi pada tahun 2023, diikuti dengan serangkaian krisis di pasar negara berkembang.

Lantas, bagaimana nasib Indonesia sebagai negara berkembang? Dan apa yang perlu kita siapkan untuk menghadapi resesi?

Dalam rangka menghadapi inflasi yang terjadi karena pemulihan pasca pandemi, bank-bank sentral di seluruh dunia perlu menaikkan suku bunga dengan tambahan 2 poin persentase agar sesuai dengan target Bank Dunia. Ketika peningkatan ini disertai dengan tekanan pasar keuangan, pertumbuhan PDB global akan melambat menjadi 0,5% pada 2023, kontraksi 0,4% dalam istilah per kapita yang akan memenuhi definisi teknis dari resesi global. Sebagai negara dengan pasar berkembang, Indonesia tentu akan mengalami dampak resesi global,

dimana penurunan permintaan kemungkinan akan diikuti oleh harga komoditas yang lebih rendah. Dengan instabilitas ekonomi yang terjadi secara global, IMF pun memangkas kembali proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 dari sebelumnya 5,2% menjadi 5%.

Proyeksi gejolak perekonomian Indonesia ini dapat membuat kekhawatiran bagi masyarakat, khususnya terhadap instabilitas suku bunga yang dapat mempengaruhi kredit. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan merubah skema cicilan menjadi fixed rate agar mengurangi ketidakstabilan melalui Kredit Take Over. Sebagai financial aggregator yang sudah tercatat di OJK sejak 2019, Loan Market menawarkan network yang ekslusif ke 35 partner lender dari perbankan dan berbagai institusi keuangan lainnya, termasuk jasa konsultasi untuk alternatif pinjaman, sehingga memudahkan masyarakat dalam menemukan skema pinjaman yang tepat. Tidak hanya Kredit Take Over, Loan Market juga memiliki berbagai produk lainnya yang meliputi KPR, Multiguna, Kredit Modal Usaha, Deposito, serta Kredit Investasi.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.