Tren Penyakit Kardiovaskular Meningkat, Ahli Sarankan Deteksi Dini
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 26 Januari 2025 | 00:45 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Penyakit jantung tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia dan dunia. Data terbaru dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan peningkatan jumlah pasien jantung yang signifikan, khususnya pada kelompok usia muda. Kelompok usia 25-34 tahun mencatat jumlah tertinggi dengan 140.206 pasien, sedikit di atas kelompok usia 15-24 tahun yang mencapai 139.891 pasien.
Menurut para ahli, gaya hidup tidak sehat seperti merokok, konsumsi alkohol, dan pola makan yang buruk menjadi faktor utama tingginya prevalensi penyakit kardiovaskular. Dr. Tan Chiang Soo, Konsultan Kardiologi dari Northern Heart Hospital Penang, menyebutkan bahwa gejala awal penyakit jantung dapat berupa sesak napas, sering pingsan, nyeri dada, pusing, hingga kelelahan ekstrem. Jika tidak segera diobati, penyakit ini dapat menyebabkan kematian hingga 50% dalam dua tahun.
"Penyakit jantung bisa muncul bahkan pada usia muda yang produktif, dengan tanda-tanda seperti pusing, cemas, nyeri dada atau kelelahan yang tidak biasa. Ini bisa di deteksi agar dapat penanganan yang cepat," kata Dr. Tan Chiang Soo.
Dalam upaya mengatasi penyakit ini, metode inovatif Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI) atau Transcatheter Aortic Valve Replacement (TAVR) telah dikembangkan. Prosedur ini memungkinkan penggantian atau perbaikan katup jantung dengan teknik minimal invasif, tanpa perlu operasi jantung terbuka.
Keunggulan metode ini adalah pasien tidak perlu menjalani pembukaan dada atau penghentian jantung saat implantasi katup dilakukan. Metode TAVI biasanya direkomendasikan untuk pasien yang tidak memungkinkan menjalani operasi terbuka, termasuk mereka dengan penyakit komorbid.
Dengan metode TAVI, diharapkan pengobatan penyakit jantung dapat menjadi lebih aman dan efektif, terutama bagi pasien di usia produktif yang mengalami gangguan kardiovaskular akibat gaya hidup tidak sehat. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!