TRAVELING | Salam dari Yordania: Jejak Sejarah dan Spiritualitas yang Menyentuh

ED
Selasa, 26 November 2024 | 15:58 WIB
Bagikan
TRAVELING | Salam dari Yordania: Jejak Sejarah dan Spiritualitas yang Menyentuh

Oleh Dede Farhan Aulawi

YORDANIA, sebuah negara yang terletak di Timur Tengah, dikenal tidak hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kaya akan sejarah dan nilai-nilai spiritual yang mendalam. Negara ini menjadi salah satu tempat ziarah penting bagi umat Islam, Nasrani, dan Yahudi. Sejarah panjang Yordania meliputi berbagai peristiwa penting yang membentuk identitasnya sebagai pusat peradaban dan spiritualitas. Dari situs-situs suci yang dikenal di seluruh dunia hingga peranannya dalam sejarah agama-agama Abrahamik, Yordania menyimpan banyak kisah yang patut dikenang.

Sejarah Islam di Yordania bermula pada abad ke-7, saat umat Islam, di bawah komando Khalifah Umar bin Khattab, menaklukkan wilayah ini melalui Pertempuran Mu'tah dan Pertempuran Yarmuk. Kedua pertempuran ini menjadi titik balik penting dalam penyebaran Islam di kawasan Timur Tengah. Yordania, yang pada masa itu berada di bawah kekuasaan Bizantium, menjadi bagian dari Kekhalifahan Rasyidin setelah kemenangan pasukan Islam. Sejak saat itu, Yordania berkembang menjadi wilayah yang memiliki banyak jejak sejarah Islam yang masih dapat dijumpai hingga kini.

Amman, ibukota Yordania, menjadi titik awal perjalanan spiritual dan sejarah di negara ini. Kota ini menyimpan banyak situs bersejarah, mulai dari reruntuhan Romawi hingga masjid-masjid kuno. Namun, yang tak kalah menarik adalah pengalaman spiritual yang bisa ditemukan di luar kota, seperti di Jerash, sebuah kota kuno yang kini menjadi situs arkeologi terbesar di Yordania. Jerash dikenal dengan struktur Romawi yang masih kokoh dan megah, termasuk amfiteater yang sering digunakan untuk acara budaya dan keagamaan.

Salah satu tempat yang sangat berkesan bagi peziarah adalah Safawi, sebuah kota kecil yang terletak di timur laut Yordania. Di sini terdapat pohon Sahabi atau Al Buqayawiyya, yang dipercaya sebagai tempat berteduh Nabi Muhammad SAW saat masih kecil. Konon, pohon ini menjadi tempat peristirahatan Nabi saat menemani pamannya, Abu Thalib, dalam perjalanan ke negeri Syam. Hingga kini, pohon tersebut masih hidup dan menjadi simbol penting bagi umat Islam yang berziarah ke tempat ini.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.