TRAVELING | Jalan-jalan ke Medan, Jangan Lewatkan Ucok Durian
Pemilik Ucok Durian bernama Zainal Abidin Chaniago, atau akrab disapa Ucok. Di balik kesuksesan kedai duriannya, ternyata ada perjuangan panjang Ucok dalam membangun dan merintis usaha kedai duriannya itu.
Ia memulai bisnis sejak tahun 1980-an. Ucok menempuh jalan berliku dalam membesarkan kedai duriannya hingga bisa terkenal seperti sekarang.
Namun, berkat kegigihannya, pria paruh baya itu kini berhasil mengembangkan usaha kedai duriannya hingga menghasilkan omzet ratusan juta rupiah dalam sehari. Bahkan tanpa Ia sadari, kedai durian miliknya pun kini telah menjadi ikon pariwisata Kota Medan.
Ucok lahir dari keluarga yang ekonominya pas-pasan. Ayahnya hanya bekerja sebagai penarik becak, sementara sang ibu merupakan buruh cuci. Ia hidup bersama lima orang adiknya. Karena keterbatasan ekonomi itu lah, Ia terpaksa harus putus sekolah sejak usia 14 tahun. Pendidikannya pun hanya tamatan Sekolah Menegah Pertama (SMP).
Sejak saat itu, Ucok terpaksa harus mencari uang sendiri untuk memenuhi kebutuhannya dan keluarganya. Di usianya yang masih remaja, Ia akhirnya bekerja sebagai buruh angkut durian. Tepatnya di awal tahun 1980, Ia membantu para penjual durian di sepanjang Jalan Iskandar Muda, Kota Medan.
Tak hanya membantu mengangkut dagangan, Ucok aktif belajar dan mencari tahu seluk-beluk durian. Ia sering diajak para pedagang untuk berkeliling ke daerah sentra durian, untuk mencari pasokan durian. Dari situ lah Ucok tertarik untuk membuka usaha duriannya sendiri. Apalagi Ia melihat keuntungan besar dari hasil berdagang durian.
Setelah bertahun-tahun menjadi buruh angkut durian, akhirnya ucok nekat untuk membuka usaha duriannya sendiri. Bermodal uang Rp. 1,75 juta dan berbekal pengalaman, Ia membuka lapak duriannya sendiri. Awalnya modal itu Ia pakai untuk membeli setengah mobil bak durian yang Ia jajakan di pinggir jalan.
Dari sekedar mangkal di pinggir jalan, pelan-pelan akhirnya Ucok bisa membuka lapak kaki limanya di warung tenda sederhana. Usaha durian itu Ia tekuni selama 25 tahun. Mengaku alami jatuh bangun, Ucok terus mencari ilmu soal durian. Ia rajin menyambangi petani durian di berbagai tempat, seperti ke Aceh, Sumatra Barat dan hampir seluruh Pulau Sumatra.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!