Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026 12 Jul 2026 Survei: Pendapatan Tak Menentu Jadi Hambatan Utama Menabung Haji 12 Jul 2026 Kemnaker Gandeng bank bjb Tingkatkan Kompetensi SDM 12 Jul 2026 PGE Cetak Nilai Tambah Rp5,15 Miliar lewat Transformasi Digital 12 Jul 2026 OCBC Perkuat Layanan Wealth Management Wealth Management OCBC Fokus pada Solusi Menyeluruh 12 Jul 2026 Pembiayaan Digital Kian Diminati, SPayLater Dorong Akses Keuangan yang Aman dan Inklusif 12 Jul 2026 Legenda Timnas Argentina Antonio Rattin Meninggal Dunia 12 Jul 2026 Jans Park Tawarkan 34 Wahana dengan Tiket Mulai Rp80 Ribu 12 Jul 2026 Sebanyak 28 Kampus Dilibatkan Percepat Sertipikasi Tanah Wakaf Sulsel 12 Jul 2026 Festival Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan Edukasi Masyarakat Peduli Lingkungan 12 Jul 2026 Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026 12 Jul 2026 Survei: Pendapatan Tak Menentu Jadi Hambatan Utama Menabung Haji 12 Jul 2026 Kemnaker Gandeng bank bjb Tingkatkan Kompetensi SDM 12 Jul 2026 PGE Cetak Nilai Tambah Rp5,15 Miliar lewat Transformasi Digital 12 Jul 2026 OCBC Perkuat Layanan Wealth Management Wealth Management OCBC Fokus pada Solusi Menyeluruh 12 Jul 2026 Pembiayaan Digital Kian Diminati, SPayLater Dorong Akses Keuangan yang Aman dan Inklusif 12 Jul 2026 Legenda Timnas Argentina Antonio Rattin Meninggal Dunia 12 Jul 2026 Jans Park Tawarkan 34 Wahana dengan Tiket Mulai Rp80 Ribu 12 Jul 2026 Sebanyak 28 Kampus Dilibatkan Percepat Sertipikasi Tanah Wakaf Sulsel 12 Jul 2026 Festival Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan Edukasi Masyarakat Peduli Lingkungan 12 Jul 2026

Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 15 Orang, DPR Desak Evaluasi Total Keselamatan Transportasi

Desi Rossilawati
Kamis, 30 April 2026 | 16:04 WIB
Bagikan
Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 15 Orang, DPR Desak Evaluasi Total Keselamatan Transportasi

Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian./visi.news/ist.

VISI.NEWS | JAKARTA - Kecelakaan kereta api di Bekasi yang menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai puluhan lainnya memicu desakan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi nasional, dengan sorotan khusus pada pengawasan perlintasan sebidang dan operasional kendaraan di jalur rawan.

Di tengah meningkatnya kekhawatiran publik terhadap keselamatan moda transportasi massal, Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, menyampaikan duka mendalam sekaligus menegaskan bahwa tragedi ini tidak boleh dianggap sebagai insiden biasa.

"Peristiwa tersebut sebagai peringatan keras bagi pemerintah dan operator untuk menempatkan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama," Kawendra Lukistian melalui video saat menjadi narasumber dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema 'Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Momentum Evaluasi Kebijakan Transportasi Nasional' di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Mengawali pembicaraan, Kawendra atas nama pribadi juga Komisi VI DPR RI meyampaikan berduka atas kejadian ini.

"Semoga keluarga korban diberi ketabahan, dan para korban luka segera pulih,” ujarnunya lagi.

Lebih jauh, Kawendra menyebut bahwa respons cepat dari operator kereta api mendapat perhatian positif. Ia menilai kehadiran langsung pimpinan perusahaan sejak awal kejadian hingga proses evakuasi membantu menjaga transparansi informasi kepada publik.

Namun, fokus utama legislator itu tertuju pada dugaan penyebab kecelakaan yang melibatkan kendaraan taksi di perlintasan rel. Ia menyoroti bahwa insiden serupa telah berulang, sehingga pengawasan terhadap kendaraan yang melintas di perlintasan sebidang harus diperketat.

“Kami meminta pemerintah mengevaluasi operasional kendaraan di perlintasan, karena kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi,” katanya.

Kawendra juga menyinggung rencana pemerintah untuk merevitalisasi sekitar 1.800 perlintasan kereta api di seluruh Indonesia. Program tersebut dinilai krusial untuk menekan risiko kecelakaan, terutama di titik-titik yang belum dilengkapi sistem pengamanan memadai.

Menurutnya, tragedi di Bekasi harus menjadi momentum perbaikan lintas sektor. Evaluasi, kata dia, tidak cukup hanya dilakukan oleh operator kereta, tetapi juga harus melibatkan pemerintah, regulator, dan pemangku kepentingan lain guna memastikan sistem keselamatan berjalan lebih efektif.

“Ini harus menjadi pelajaran bersama agar ke depan keselamatan penumpang benar-benar diutamakan,” tutup Kawendra. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.