IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Tragedi Banjir Bandang Sumatera Barat: 41 Nyawa Melayang, Pencarian Korban Terus Berlangsung

ED
Senin, 13 Mei 2024 | 15:17 WIB
Bagikan
Tragedi Banjir Bandang Sumatera Barat: 41 Nyawa Melayang, Pencarian Korban Terus Berlangsung

VISI.NEWS | SUMBAR - Tragedi banjir bandang yang melanda Sumatera Barat telah menelan korban jiwa sebanyak 41 orang, dengan 17 lainnya masih dinyatakan hilang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan upaya pencarian dan penyelamatan.

Wilayah yang terdampak meliputi enam kecamatan di Kabupaten Agam, termasuk Sungai Pua, Canduang, dan IV Koto, serta wilayah di Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, dan Kabupaten Padang Pariaman. Banjir bandang ini dipicu oleh hujan lebat yang menyebabkan aliran lahar dingin dari lereng Gunung Marapi.

Kerusakan infrastruktur cukup parah, dengan laporan 37.265 unit rumah terdampak, 666 rumah rusak, 3 unit rumah hanyut, 26 unit jembatan rusak, 45 unit tempat ibadah terendam, dan 25 unit sekolah terendam. Selain itu, terdapat 16 korban luka dari Kecamatan Canduang, Sungai Pua, dan IV Koto di Kabupaten Agam.

Penyebab utama banjir bandang ini adalah kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan dan pembangunan yang tidak terkontrol. Hujan lebat yang terjadi pada 11 Mei 2024 telah memicu lahar hujan dari endapan material hasil erupsi Gunung Marapi yang terendapkan di lereng-lereng.

Pemerintah setempat dan tim SAR mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta BPBD setempat. BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan berlangsung di Sumatera Barat hingga 22 Mei 2024.

@warman

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.