Tokoh Pemuda Islam Kabupaten Bandung Sepakat Usulkan Syarat Caleg dan Calon Kepala Daerah Harus Bisa Baca Al-Qur'an Ke KPU
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - DPD KNPI Kabupaten Bandung menggelar kegiatan Silaturahmi Ramadhan Pemuda yang dirangkaikan dengan diskusi bertajuk 'Pemuda Islam di Era Digital: Antara Dakwah, Persatuan, dan Tantangan Zaman'. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Moh. Toha Soreang pada Minggu (15/03/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari unsur Organisasi Kepemudaan (OKP), Pengurus Kecamatan (PK) KNPI, serta jajaran pengurus DPD KNPI Kabupaten Bandung.
Diskusi tersebut dimoderatori oleh Arief Sulaiman Martondi dan menghadirkan sejumlah narasumber organisasi Islam, yaitu Pemuda dari NU, Muhammadiyah, dan Persis. Para narasumber yang hadir di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Bandung Khoiril Anwar, Sekretaris PD Muhammadiyah Kabupaten Bandung Feisal Kertapermana, serta Sekretaris Umum PP Pemuda Persis Ridwan Rustandi.
Dalam sesi diskusi, para narasumber menyampaikan pandangannya mengenai peran pemuda Islam di era digital, termasuk pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman, memperkuat persatuan antar organisasi, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana dakwah dan edukasi bagi masyarakat.
Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Khoiril Anwar, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa perbedaan pandangan di antara organisasi Islam tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan. Ia menyinggung pesan tokoh nasional Gus Dur yang menekankan pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman pemikiran.
“Perbedaan di antara organisasi Islam maupun organisasi kepemudaan jangan sampai menjadi sumber konflik. Justru itu harus menjadi kekuatan untuk memperkuat kontribusi pemuda bagi bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Feisal Kertapermana menyoroti kecenderungan politik yang seringkali hanya berorientasi pada kekuasaan. Menurutnya, pemuda Islam perlu menghadirkan pendekatan baru melalui penguatan literasi digital dan pemanfaatan media sebagai sarana dakwah yang konstruktif.
“Pemuda harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai alat utama dalam menyebarkan nilai-nilai dakwah, membangun narasi positif, serta menangkal informasi yang tidak benar di ruang digital,” kata Feisal.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!