TNI Berhasil Membuat KKB di Kampung Sambili Kocar-kacir
Provokasi pelajar
KKB juga memprovokasi pelajar SMP dan SMA dan memerintahkan mereka untuk menyerang prajurit TNI di pos maupun yang sedang melaksanakan operasi di Kabupaten Nduga Papua.
"Mereka tak hanya menggunakan anak-anak dan wanita, tetapi ternyata menggunakan juga para pelajar sebagai tameng dan pasukan untuk menyerang TNI/Polri ," ujar Herman, Kamis (27/4/2023).
KKB ini menyambangi sekolah-sekolah dan mengajak para pelajar itu untuk menyerang TNI/Polri. Anak-anak diprovokasi tidak boleh sekolah, mereka dipaksa bergabung dengan KKB.
Jika menolak KKB tak segan menyakiti atau menghabisinya. Karenanya, Herman mengajak masyarakat tidak terprovokatif aksi KKB.
Karena sudah meresahkan inilah, belakangan ini muncul aksi melawan KKB dari kalangan sipil warga Papua. "Dukungan dari warga sangat diharapkan, oleh karena wilayah yang dikuasai KKB sangat susah dijangkau. Bahkan, pemerintah daerah setempat saja susah menjangkau wilayah tersebut," jelas Herman.
Aksi KKB belakangan ini membuat resah warga. Karenanya aksi perlawanan rakyat Papua pun menyeruak. Kerap menjadikan anak-anak dan wanita sebagai tameng dan sanderanya, membuat gerakan anti KKB di warga Papua mulai bangkit.
Warga Intan Jaya dua hari terahir mengusir KKB dari wilayahnya. Menggunakan anak panah, tombak dan senjata lainnya mereka menghalau KKB. Nyali KKB ciut. Tungganglanggang berlari menghindari halauan warga.@mpa/net
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!