Tips Memilih Rujukan Agama di Media Sosial

ED
Rabu, 29 Maret 2023 | 07:06 WIB
Bagikan
Tips Memilih Rujukan Agama di Media Sosial

Sudah sering kita simak di media sosial, sosok oknum yang sudah terlanjur dianggap sebagai Ustad karena sering ceramah dimana-mana dan punya ribuan followers atau fans, tapi perilakunya tidak merepresentasikan sebagai orang yang berakhlak.

Suka menebar ujaran kebencian atau hate speech, melakukan agitasi atau hasutan kepada banyak orang untuk membuat keonaran, dan bahkan keluar masuk penjara karena melakukan tindak kejahatan.

Tentu, oknum seperti ini semestinya tidak pantas dijadikan rujukan dalam urusan agama. Sebab bagaimanapun, inti ajaran agama Islam adalah justru pada akhlak yang diajarkannya.  Dalam hal ini kita sering mendengar sabda Nabi Muhammad saw yang sangat populer:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخَلاقِ

Artinya: “Sungguh aku diutus menjadi Rasul untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR Al-Baihaqi). Demikian pula saat diminta mendoakan buruk kepada orang-orang yang belum beriman Rasulullah saw pun enggan. Dalam hal ini diriwayatkan:

عَنْ أبِي هُرَيْرَةَ قالَ: قِيلَ: يا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ عَلى المُشْرِكِينَ. قالَ: إنِّي لَمْ أُبْعَثْ لَعّانًا، وإنَّما بُعِثْتُ رَحْمَةً

Artinya, "Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: "Suatu kali ditanyakan kepada Rasulullah saw: "Wahai Rasulullah, doakanlah keburukan menimpa orang-orang musyrik." Rasulullah saw justru menjawab: "Sungguh aku tidak diutus dalam kondisi sebagai tukang laknat, tapi aku diutus sebagai rahmat atau kasih sayang Tuhan terhadap para hamba-Nya." (HR Muslim).

Dalam bahasa Al-Qur'an disebutkan:

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.