Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Tindakan Darurat di New Delhi Akibat Polusi Udara yang Memburuk

Desi Rossilawati
Selasa, 19 November 2024 | 22:30 WIB
Bagikan
Tindakan Darurat di New Delhi Akibat Polusi Udara yang Memburuk
VISI.NEWS | NEW DELHI - Pihak berwenang di New Delhi, India, telah memberlakukan langkah-langkah darurat yang lebih ketat mulai Senin (18/11/2024), setelah tingkat polusi udara mencapai angka yang sangat berbahaya. Indeks kualitas udara (AQI) di beberapa area ibu kota India ini melonjak hingga mencapai angka 499, yang berarti kualitas udara berada pada kategori "sangat parah" menurut sistem Perkiraan dan Penelitian Kualitas Udara (SAFAR) India, dan "berbahaya" menurut sistem AQI AS. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), polusi udara di New Delhi kini mencapai lebih dari 60 kali lipat batas maksimum harian yang direkomendasikan. Hal ini menyebabkan kabut tebal yang menyelimuti kota, mengganggu kehidupan sehari-hari, serta menyebabkan masalah pernapasan dan iritasi mata bagi warga. Kabut asap yang tebal tidak hanya mengganggu kegiatan luar ruangan, tetapi juga mengganggu layanan penerbangan dan kereta api karena jarak pandang yang sangat terbatas.
  • Tindakan Darurat Pemerintah untuk Mengatasi Polusi
Untuk merespons situasi yang memburuk ini, Komisi Pengelolaan Kualitas Udara India (CAQM) telah mengaktifkan Tahap 4 dari Rencana Aksi Tanggap Berjenjang (GRAP). Tahap ini merupakan tindakan darurat terketat yang dapat diberlakukan oleh pemerintah India untuk mengurangi dampak polusi dan mengurangi kadar polutan di udara. Beberapa langkah penting yang diterapkan dalam tahap ini antara lain: 1. Pembatasan Lalu Lintas: Semua truk, kecuali yang membawa barang-barang penting, dilarang memasuki wilayah New Delhi. Selain itu, kendaraan komersial yang terdaftar di luar kota juga dilarang memasuki New Delhi, kecuali kendaraan listrik atau yang menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. 2. Penutupan Kegiatan Konstruksi: Semua proyek konstruksi, termasuk pekerjaan jalan, saluran listrik, jaringan pipa, dan proyek publik lainnya, dihentikan sementara untuk mengurangi polusi yang dihasilkan oleh debu dan aktivitas konstruksi. 3. Pendidikan Daring: Semua sekolah beralih ke pengajaran daring untuk semua siswa, kecuali untuk kelas 10 dan 12. Kelas tatap muka lainnya ditangguhkan sampai kondisi udara membaik. 4. Bekerja dari Rumah: Pemerintah telah menyarankan semua pemberi kerja, baik sektor publik maupun swasta, untuk hanya mengizinkan 50 persen dari tenaga kerja mereka hadir di kantor, sementara sisanya bekerja dari rumah. Hal ini diharapkan dapat mengurangi jumlah kendaraan di jalan dan menurunkan polusi udara. 5. Pengaturan Karyawan Pemerintah: Pihak berwenang juga dapat memerintahkan karyawan pemerintah federal untuk bekerja dari rumah sebagai bagian dari upaya pengurangan polusi.
  • Penyebab Polusi dan Dampaknya
Polusi udara di New Delhi, yang sering kali menjadi masalah parah selama musim dingin, dipicu oleh beberapa faktor, termasuk pembakaran sampah pertanian di negara bagian sekitar, emisi kendaraan, serta debu dari aktivitas konstruksi dan pembakaran bahan bakar fosil. Pada saat yang sama, kondisi meteorologi seperti suhu rendah dan angin yang lemah juga memperburuk kondisi ini, menyebabkan kabut asap menyelimuti kota dalam waktu yang lebih lama. Polusi udara yang ekstrem ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan hidup warga, tetapi juga membahayakan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, orang tua, dan penderita penyakit pernapasan.
  • Upaya Jangka Panjang untuk Mengatasi Polusi
Meski langkah-langkah darurat sudah diterapkan, pemerintah dan berbagai organisasi kesehatan terus mendesak agar tindakan jangka panjang untuk mengatasi polusi udara di New Delhi dapat diimplementasikan dengan lebih efektif. Upaya tersebut meliputi perbaikan transportasi umum, pengurangan emisi kendaraan, serta pengelolaan sampah pertanian yang lebih baik. Berdasarkan data terbaru, polusi udara di New Delhi telah menjadi salah satu yang terburuk di dunia, dan masalah ini terus menantang pemerintah India untuk mencari solusi yang dapat mengurangi dampak buruknya bagi kesehatan masyarakat. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.