Timwas Haji DPR Ingatkan Fase Pemulangan Jemaah Haji Harus Jelas

Desi Rossilawati
Selasa, 3 Juni 2025 | 11:35 WIB
Bagikan
Timwas Haji DPR Ingatkan Fase Pemulangan Jemaah Haji Harus Jelas
VISI.NEWS | MAKKAH - Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Anggia Erma Rini menekankan pentingnya kesiapan matang dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi fase pemulangan jemaah haji Indonesia yang akan dimulai 11 Juni 2025. Anggia meminta agar seluruh pemangku kepentingan, termasuk otoritas bandara, maskapai penerbangan, hingga kru yang melakukan mitigasi sejak dini. “Semua jemaah kita saat ini sudah berada di Makkah. Maka dari itu, mitigasi terhadap segala persoalan menjelang kepulangan harus dilakukan sejak sekarang. Jangan sampai telat, dan harus benar-benar terkoordinasi antara pihak bandara, maskapai, pesawat, hingga kru,” ujar Anggia dalam wawancara di sela-sela kegiatan Timwas di Alqimma Hall, Makkah, Arab Saudi, Selasa (3/6/2025). Tahun ini, proses pemulangan jemaah melibatkan tiga maskapai penerbangan, yaitu Garuda Indonesia, Saudi Airlines, dan Lion Air. Secara keseluruhan, 221 ribu jemaah akan kembali ke tanah air melalui 528 kloter. Garuda Indonesia akan mengerahkan 14 pesawat berbadan lebar, mengangkut lebih dari 104 ribu jemaah dari tujuh embarkasi, termasuk Aceh, Medan, Solo, Makassar, dan sebagian Jakarta. Maskapai pelat merah ini sebelumnya mencatat ketepatan waktu 96,4 persen selama fase keberangkatan dan berkomitmen menjaga kinerja serupa saat pemulangan. Sementara itu, Saudi Airlines dan Lion Air akan menangani rute pemulangan dari enam embarkasi lainnya seperti Surabaya, Batam, dan Palembang. Anggia juga menyoroti masih adanya ketidakpastian informasi mengenai titik keberangkatan jemaah untuk pulang ke Indonesia, apakah melalui Bandara King Abdul Aziz (Jeddah) atau juga melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (Madinah). “Tadi saya masih mendengar ada ketidakpastian. Apakah akan ada pergerakan jemaah dari Madinah pada 11 Juni atau semuanya dari Jeddah? Ini harus segera dipastikan. Jangan sampai jemaah tidak mendapatkan informasi yang akurat. Kasihan kalau mereka bingung di lapangan,” tegasnya. Berdasarkan informasi terbaru, gelombang pertama pemulangan akan dimulai dari Jeddah pada 11–25 Juni 2025, sedangkan gelombang kedua dari Madinah akan berlangsung pada 26 Juni–10 Juli 2025. Sebagai Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia juga menegaskan pentingnya pengawasan terhadap kinerja BUMN seperti Garuda Indonesia, agar tidak hanya memberikan layanan maksimal secara teknis, tetapi juga memastikan kenyamanan dan keamanan jemaah. “Ini bukan sekadar layanan penerbangan, ini bagian dari pelayanan negara kepada rakyatnya yang sedang melaksanakan ibadah. Maka dari itu, kita pastikan semua berjalan lancar, aman, dan nyaman,” tutupnya. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.