IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Tim Monev SPM Kunjungi Desa Parungserab Soreang

ED
Jumat, 4 November 2022 | 07:54 WIB
Bagikan
Tim Monev SPM Kunjungi Desa Parungserab Soreang

VISI.NEWS | BANDUNG - Monitoring dan Evaluasi (Monev) terpadu penerapan standar pelayanan minimal (SPM) Tahun 2022, Kamis (3/11/2022), dilaksanakan di Kampung Sukarame, Desa Parungserab, Kecamatan Soreang, Kab. Bandung.

Sekretaris Daerah Cakra Amiyana, mengatakan, keberhasilan pemerintah daerah memberikan akses terhadap pelayanan dasar masyarakat, dapat menjadi daya ungkit nilai indeks pembangunan manusia.

"Mengingat masih banyak masyarakat yang belum menikmati kemudahan dan keterjangkauan atas pelayanan dasar, oleh sebab itu, pembangunan berbasis SPM ini sangat penting," tutur Cakra.

Maka dari itu, Sekda menyebutkan, capaian akses sanitasi di Kabupaten Bandung pada tahun 2021 baru mencapai sekitar 90,80% terdistribusi menjadi 83,40% akses layak dengan akses aman di dalamnya sebesar 1,39% dan akses belum layak sebesar 7,40%.

"Selain itu, saat ini Kabupaten Bandung sedang membangun IPLT (Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja)." ujar Sekda.

Ia berharap bisa meningkatkan pelayanan tentang penanganan sanitasi dalam rangka persiapan CSS.

" Saya harap dengan monev ini akan menjadi momentum untuk kita bersama,dalam pencapaian SPM bidang pemenuhan kebutuhan air bersih dan mendukung pencapaian pelayanan minimal SPM di bidang sanitasi sehingga mendorong terwujudnya Kabupaten Bandung sehat juga persiapan kita jelang CSS (City Sanitation Summit) 2023," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Monev Zamzani B. Tjreng berharap pencapaian penerapan SPM Kabupaten Bandung, "Bisa menjadi lebih baik lagi hingga mencapai peringkat 1 se-Provinsi Jawa Barat," pungkasnya.@gustav

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.