Tiga Poin Inter Tertutup Asap Flare, Audero Jadi Korban dan Lautaro Buka Suara

ED
Senin, 2 Februari 2026 | 18:00 WIB
Bagikan
Tiga Poin Inter Tertutup Asap Flare, Audero Jadi Korban dan Lautaro Buka Suara

VISI.NEWS|BANDUNG -inter Milan memang pulang dengan kemenangan dari markas Cremonese, tetapi sorotan utama justru tertuju pada insiden yang mencederai semangat sportivitas. Laga pekan ke-23 Serie A di Stadio Giovanni Zini berubah tegang setelah Emil Audero terkena lemparan kembang api dari arah tribun suporter tim tamu.

Sejak awal, pertandingan berjalan dalam tempo tinggi. Inter langsung mengambil kendali dan memimpin lewat gol Lautaro Martinez pada menit ke-16. Keunggulan itu diperlebar Piotr Zielinski di menit ke-31, membuat tim tamu tampak nyaman mengontrol jalannya laga.

Situasi berubah drastis saat babak kedua memasuki menit ke-49. Ketika Audero berdiri di area penaltinya, sebuah flare tiba-tiba melayang dari tribun dan meledak di dekatnya. Suara ledakan membuat pemain dan penonton terdiam, sementara wasit segera menghentikan pertandingan.

Tim medis bergegas masuk ke lapangan untuk memeriksa kondisi kiper Cremonese tersebut. Audero terlihat terguncang dan mengalami luka ringan serta bekas terbakar di kaki, namun ia masih sanggup melanjutkan laga setelah mendapat perawatan.

Reaksi cepat datang dari kubu Inter. Para pemain dan pelatih Cristian Chivu mendekati pinggir lapangan untuk meminta suporter menghentikan aksi berbahaya yang bisa mengancam keselamatan siapa pun di stadion. Setelah situasi mereda, pertandingan dilanjutkan hingga selesai dengan skor tetap 2-0 untuk Inter.

Kapten Inter, Lautaro Martinez, menegaskan bahwa kemenangan tidak berarti apa-apa jika keselamatan terabaikan. Ia menyampaikan penyesalan terbuka atas tindakan oknum suporter tersebut.

“Terkait kembang api yang meledak, hal-hal seperti itu sama sekali tidak boleh terjadi karena membahayakan orang lain. Kami adalah pesepak bola, kami juga manusia, dan kami menyuguhkan tontonan bagi orang-orang di seluruh dunia,” ujar Martinez.

Striker asal Argentina itu juga menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Emil Audero, yang pernah menjadi bagian dari Inter saat meraih gelar liga.

“Kami harus berhati-hati dan menyampaikan permohonan maaf kepada Audero, yang juga merupakan mantan rekan setim dan seorang juara, yang meraih Bintang Kedua bersama kami. Kami juga meminta maaf kepada para pendukung Cremonese, karena insiden seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi,” lanjutnya.

Insiden ini diperkirakan akan masuk dalam laporan resmi pertandingan. Inter Milan berisiko menerima sanksi dari otoritas Serie A, mulai dari denda hingga pembatasan kehadiran suporter tandang, tergantung hasil investigasi lebih lanjut.

Di tengah persaingan ketat musim ini, peristiwa tersebut menjadi pengingat keras bahwa dukungan di tribun tak boleh berubah menjadi ancaman di lapangan.@fajar

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.