Tiga Maskapai Australia Batalkan Penerbangan ke Bali Akibat Erupsi Gunung Lewotobi
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 13 November 2024 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | AUSTRALIA - Tiga maskapai penerbangan asal Australia telah membatalkan penerbangan dari dan ke Bali menyusul erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pembatalan ini terjadi pada Selasa (12/11/2024) dan Rabu (13/11/2024) melibatkan maskapai Jetstar, Qantas, dan Virgin Australia.
Menurut laporan dari The Guardian pada Rabu, situasi ini membuat para wisatawan baik yang hendak ke Bali maupun yang ingin pulang terjebak di bandara.
Keadaan darurat perjalanan dimulai pada Minggu (10/11/2024), ketika Gunung Lewotobi Laki-laki yang masih aktif mengeluarkan kolom abu setinggi 9 kilometer.
Gunung tersebut terletak sekitar 500 kilometer dari Bali, yang merupakan salah satu tujuan wisata favorit bagi pelancong dari Australia. Erupsi besar yang terjadi pada 3 November lalu telah mengakibatkan 10 orang kehilangan nyawa, menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Selain itu, letusan itu juga memaksa lebih dari 15.000 warga yang tinggal di sekitar kawah untuk dievakuasi. Seorang juru bicara dari Virgin Australia Airlines mengatakan bahwa pihaknya membatalkan semua penerbangan dari dan menuju Denpasar, Bali, pada Rabu ini karena kondisi cuaca yang buruk.
Mereka juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh penumpang, sambil memastikan bahwa semua penumpang akan sampai di tujuan dengan aman dan secepatnya.
"Keselamatan tamu dan kru adalah prioritas utama kami. Cuaca buruk akibat gunung berapi di Indonesia telah mengakibatkan Virgin Australia membatalkan semua penerbangan masuk dan keluar dari Denpasar hari ini," ujarnya.
Jetstar menyatakan pada Rabu bahwa keberadaan awan abu yang signifikan telah menyebabkan penurunan jarak pandang yang parah, sehingga mengganggu jalur penerbangan dan membuat perjalanan menjadi tidak aman.
"Karena abu vulkanik yang disebabkan oleh Gunung Lewotobi di Indonesia, saat ini tidak aman untuk beroperasi ke dan dari Bali," kata Jetstar, dikutip dari Sydney Morning Herald, Rabu.
"Kami terus memantau situasi dengan saksama dan akan memberikan informasi terbaru tentang penerbangan yang dijadwalkan beroperasi setelah pukul 14.00 AEDT sesegera mungkin," kata Jetstar.
Sejak Selasa sore, Bandara Melbourne, Australia, mengalami pembatalan sebanyak empat penerbangan menuju Denpasar. Di Sydney, lima penerbangan juga dibatalkan dalam rentang waktu yang sama, sementara beberapa penerbangan lainnya mengalami penundaan semalam. Salah satu penerbangan dari Sydney bahkan telah terbang selama dua jam sebelum akhirnya harus kembali ke titik keberangkatan. Dampak juga dirasakan pada kedatangan dari Indonesia, dengan tiga penerbangan tidak dapat tiba di Melbourne dan tiga lainnya tidak bisa mendarat di Sydney.
Banyak penumpang mengeluhkan tidak mendapatkan tempat tinggal, dan kesulitan dalam menentukan langkah selanjutnya akibat kekacauan di bandara.
Seorang penumpang menyatakan, "Ini cukup rumit. Kami berusaha mencari hotel, tetapi banyak yang menolak untuk menerima kami. Banyak orang yang merasa sangat frustrasi."
Di sisi lain, Virgin Australia tetap berencana menjalankan penerbangan dari Sydney dalam jadwal pukul 17.45 waktu setempat. Sementara itu, penerbangan Qantas dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Sydney sekitar pukul 16.30 waktu setempat. Hingga pagi Rabu, maskapai internasional Garuda Indonesia dan Batik Air Malaysia masih melanjutkan operasi penerbangan dari Denpasar ke Australia, meskipun penerbangan kembali ke Bali terpaksa ditunda hingga 12 jam. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!