IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Terorisme Itu Nyata

ED
Kamis, 8 Desember 2022 | 08:11 WIB
Bagikan
Terorisme Itu Nyata

Oleh Idat Mustari

SEBELAS Tahun yang lalu tepatnya di Tahun 2011, Masjid Mapolresta Cirebon diguncang oleh bom bunuh diri yang dilakukan oleh M Syarif, sekitar 25 orang yang menjadi korban akibat ledakan tersebut masih menjalani perawatan di rumah sakit, satu di antaranya Kapolresta Cirebon AKBP Herukoco.

Tanggal 7 bulan Desember Tahun 2022bom bunuh diri pun kembali terjadi di Polsek Astana Anyar pukul 08.20 WIB, saat sedang melaksanakan apel pagi, satu polisi meninggal, sedangkan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka. Pelakunya sudah teridentifikasi bernama Agus Sujatno alias Agus Muslim, seorang mantan narapidana kasus bom Cicendo, Jawa Barat, dan telah dihukum penjara selama empat tahun di Nusakambangan.

Meskipun kita menghujat—memvonis dengan narasi bahwa pelaku bom bunuh diri dijamin masuk neraka karena mereka telah berbuat zalim pada dirinya sendiri dan orang lain, tidak bagi mereka. Mereka meyakini bahwa bom bunuh diri adalah satu-satunya cara mati syahid yang kemudian nanti akan mendapat pengantin bidadari surga, maka disebut bom pengantin.

Keyakinan itu hanya bisa menimpa orang-orang yang merasa frustasi. Frustasi karena ekonomi. Frustasi merasa tak diterima dirinya di lingkungan sosialnya, Frustasi melihat ketidakadilan. Orang yang frustasi sangat mudah marah, dan dendam. Mereka sangat mudah didokrin. Dokrin cara cepat masuk surga.

Orang kalau sudah frustasi akan kehilangan akal warasnya. Makanya alat beragama itu adalah akal yang sehat. Beragama tanpa akal, agama tak akan jadi penyelamat dirinya, dan orang lain. Terorisme adalah paham untuk mereka yang telah kehilangan akal sehatnya. Terorisme bukan saja sebuah kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) tetapi juga sebuah peristiwa sosial.

Bom bunuh diri Astana Anyar bukti bahwa ini bukan framing yang dibuat oleh aparat, tetapi teroris itu benar nyata dan bisa terulang kembali satu saat, selama ada orang yang frustasi sekaligus memiliki keyakinan bahwa bom bunuh diri cara cepat masuk surga. Tugas pemerintah, keluarga, masyarakat adalah bagaimana caranya agar tidak membuat orang frustasi. Terutama frustasi melihat ketidakadilan.

  • Penulis, Pemerhati sosial, keagamaan Dan advokat.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.